KN. Kadang kita terlalu sibuk menghitung seberapa besar usaha kita, sampai lupa bahwa bahkan kemampuan untuk berusaha pun sebenarnya adalah pertolongan dari Allah.
Kita berkata, “Aku sudah berusaha.”
Padahal siapa yang memberi kita kekuatan untuk bangun ketika rasanya ingin menyerah? Siapa yang memberi kita akal untuk menemukan jalan ketika semuanya terasa buntu? Siapa yang menggerakkan hati kita untuk tetap mencoba, padahal sebelumnya kita hampir tidak punya tenaga untuk berharap?
Bahkan ikhtiar kita bukan sepenuhnya milik kita.
Kita memang diperintahkan untuk berusaha. Kita belajar, bekerja, berdoa, mengambil sebab, mengetuk pintu, dan melakukan apa yang mampu kita lakukan. Tetapi jangan sampai setelah berusaha, hati kita merasa bahwa hasil adalah buah dari kemampuan kita sendiri.
Ikhtiar kita adalah kewajiban. Hasilnya adalah milik Allah.








