TNI AL Terima 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Bekas Marinir AS, Perkuat Tiga Korps

KN-JAKARTA — Sebanyak 12 unit kendaraan tempur (ranpur) amfibi bekas Korps Marinir Amerika Serikat (USMC), Assault Amphibious Vehicle (AAV) M-35, resmi tiba di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 22 September 2026. Kedatangan alutsista ini merupakan pengiriman tahap awal dari total pengadaan 35 unit yang disepakati Indonesia dan AS melalui skema Foreign Military Sales bernilai US$23 juta.

​Seluruh armada ranpur amfibi tersebut nantinya akan didistribusikan untuk memperkuat tiga Korps Marinir di satuan TNI Angkatan Laut (TNI AL). AAV M-35 merupakan penamaan Indonesia untuk platform AAV7A1 RAM/RS milik USMC yang sebelumnya telah melalui program peremajaan standar pada kurun 1999–2007. Di negara asalnya, militer AS mulai memensiunkan armada ini pada 2026 untuk beralih ke platform Amphibious Combat Vehicle (ACV) yang lebih modern.

​Secara teknis, AAV M-35 dinilai memiliki kemampuan yang jauh lebih unggul dibandingkan ranpur amfibi KAAV/KAAV7A1 buatan Korea Selatan yang dioperasikan Korps Marinir sebelumnya. Kendaraan lapis baja ini berkapasitas 21 personel pasukan dengan tiga awak, serta sanggup melaju hingga kecepatan 15 km/jam di air dan 75 km/jam di darat. Ranpur ini juga tangguh beroperasi pada kondisi perairan bergelombang hingga Sea State 5.

​Menyusul penyerahan 12 unit awal tersebut, sebanyak 18 unit lainnya dijadwalkan tiba pada November 2026. Setelah pemenuhan tahap pertama selesai, Indonesia berencana menambah 70 unit AAV lagi secara bertahap hingga 2028, sehingga total ranpur jenis ini yang akan dimiliki TNI AL mencapai 105 unit.

  • Related Posts

    KAPAL INDUK GARIBALDI = SRIWIJAYA 100 USIA SUDAH HAMPIR 40 TAHUN

    MARI KITA TINJAU DARI SEGI : 1. Segi Ekonomi dibandingkan dengan perawatan dan operasionalnya… 2. Apakah sangat diperlukan untuk negara kepulauan seperti Indonesia… 3. Apakah SRIWIJAYA 100 ini bisa menjadi…

    KAPAL INDUK GARIBALDI = SRIWIJAYA 100 USIA SDH HAMPIR 40 TAHUN MARI KITA TINJAU DARI SEGI :

    ​Segi Ekonomi dibandingkan dengan perawatan dan operasionalnya… ​Apakah sangat diperlukan untuk negara kepulauan seperti Indonesia… ​Apakah SRIWIJAYA 100 ini bisa menjadi Deteren di LCS ? ​APAKAH TIDAK lebih baik dibelikan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *