KN. Kemacetan lalu lintas menjadi salah satu masalah yang sering dihadapi pengembang properti di sejumlah kota mandiri. Untuk mengatasi masalah itu, Paramount Land, salah satu proyek properti di koridor Jalan Raya Serpong, membangun proyek jalan tembus baru yang lebar dan memiliki banyak lajur.
Pada Januari 2025, Paramount Land meresmikan jalan tembus yang menghubungkan Jalan Boulevard Gading Serpong dan Boulevard BSD City. Pembangunan jalan tembus ini bekerja sama dengan dua perusahaan pengembang lainnya, yakni Sinar Mas Land dan Summarecon.
Jalan ini memiliki lebar 45 meter dengan setiap jalur memiliki lebar 13,5 meter. Dalam satu jalur terdiri dari empat lajur yang membentang dari area simpang distrik Pasadena hingga perbatasan BSD City. Di tepi jalan tersedia bahu jalan selebar 4 meter untuk pejalan kaki, landscape, dan utilitas dengan total lebar median jalan 10 meter.
Direktur Planning & Design Paramount Land Henry Napitupulu mengatakan jalan penghubung baru ini dibangun guna menunjang aktivitas bisnis yang semakin pesat serta memudahkan pergerakan masyarakat dari Kota Gading Serpong atau BSD City. Untuk itu dibutuhkan perluasan akses dan konektivitas agar mempermudah masyarakat.
Sebagai informasi, saat ini Kota Gading Serpong telah menjadi kota mandiri berskala regional dan salah satu destinasi populer di Tangerang dan Jakarta. Jumlah populasinya sudah mencapai 120 ribu jiwa yang telah menghuni lebih dari 40 klaster.
Dalam sehari, sekitar 385 ribu kendaraan atau setiap 15 ribu kendaraan per jam melintas di kawasan Gading Serpong. Angka tersebut belum termasuk pekerja dari kota-kota satelit yang datang setiap pagi dan memadati jalanan kota yang telah dibangun sejak 1992.
Karena volume kendaraan yang membludak, kepadatan arus lalu lintas tidak dapat dihindari. Peningkatan volume kendaraan pada sejumlah ruas jalan arteri Gading Serpong terjadi saat pagi dari pukul 07.00-09.00 WIB dan saat sore mulai pukul 16.00-18.00 WIB.
Tidak hanya melebarkan Jalan Boulevard dan jalan di depan Pasar Modern Paramount, pengembang juga menambah sejumlah titik u-turn atau putar balik. Langkah ini dilakukan untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut.
Penambahan putaran balik ini dilakukan di Jalan Boulevard Sorrento menuju Jalan Terusan PHG ke Jalan Raya Serpong dan jalan Boulevard Raya Gading Serpong (Bundaran Paramount Plaza). Lalu, Jalan Boulevard Matera menuju Jalan Boulevard Raya Gading Serpong dan Jalan Soekarno, serta akses jalan baru dari Jalan Boulevard Gading Serpong ke BSD via Aniva dan via Pasadena Central District.
Nirwono Yoga selaku pengamat tata kota dari Universitas Trisakti mengatakan penataan akses jalan menjadi penting untuk mendukung infrastruktur sebuah kota. Dengan menata akses jalan secara tepat maka penduduk atau pengunjung bisa masuk dan keluar dari sebuah kota dengan nyaman.
Nirwono juga mengusulkan kepada pengembang agar lokasi putaran balik sebaiknya tidak hanya di antara dua jalan dengan arus berlawanan. Sebab, putaran balik kerap dijumpai di seberang pintu masuk kawasan bisnis, hunian, dan persimpangan jalan. Adanya putaran balik membuat kendaraan yang melintas menuju titik itu jadi melambat.







