KN-MADINAH, Sejarah mencatat berbagai pengajaran berharga dari kehidupan Rasulullah SAW., mulai dari detail hukum dalam ibadah haji hingga kisah kepahlawanan para sahabat di medan juang. Berikut adalah dua catatan sejarah penting yang diriwayatkan oleh para sahabat.
Pernikahan dengan Ibunda Maimunah: Pelajaran dalam Ihram
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA., sebuah catatan sejarah mengenai pernikahan Rasulullah SAW. dengan Maimunah binti al-Harits. Diketahui bahwa prosesi akad nikah tersebut berlangsung saat Rasulullah SAW. masih dalam keadaan ihram.
Namun, yang menjadi poin penting dalam pendidikan syariat ini adalah Rasulullah SAW. baru melaksanakan kewajiban serta haknya sebagai suami (bercampur) setelah masa ihram beliau benar-benar selesai. Ibunda Maimunah sendiri wafat di sebuah wilayah bernama Syarif, yang terletak dekat dengan kota suci Makkah, tempat yang menjadi saksi sejarah perjalanan hidup beliau.
Kepahlawanan Syuhada di Perang Mut’ah: Luka di Tubuh Ja’far bin Abu Thalib
Dari catatan sejarah militer Islam, peristiwa Perang Mut’ah menonjolkan kedisiplinan kepemimpinan dan pengorbanan yang luar biasa. Diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA., Rasulullah SAW. telah menetapkan urutan komando secara taktis sebelum pasukan berangkat:
Zaid bin Haritsah sebagai pemimpin utama.
Ja’far bin Abu Thalib sebagai pengganti jika Zaid gugur.
Abdullah bin Rawahah sebagai pengganti jika Ja’far gugur.
Saksi Mata di Medan Perang
Ibnu Umar menceritakan pengalamannya saat berada di tengah kecamuk perang tersebut. Setelah pertempuran usai, para sahabat mencari keberadaan Ja’far bin Abu Thalib. Tragis sekaligus mulia, jenazah Ja’far ditemukan di antara para syuhada dengan kondisi yang menunjukkan dahsyatnya perjuangan beliau.
”Kami menemukan pada tubuh Ja’far lebih dari sembilan puluh luka yang terdiri dari tebasan pedang dan tusukan anak panah,” ungkap Ibnu Umar.
Luka-luka tersebut menjadi bukti nyata betapa Ja’far tidak sedikit pun mundur menghadapi musuh demi membela panji Islam hingga titik darah penghabisan.
Kedua riwayat ini memberikan gambaran lengkap tentang sosok Rasulullah SAW. dan para sahabatnya: ketulusan dalam menjalankan aturan agama (Ihram) serta keberanian tiada tanding dalam mempertahankan keyakinan (Mut’ah).
Foto: Ilustrasi peperangan (Foto: Fauzan Kamil/detikcom)







