SMSI Ingatkan Pemerintah: Kesepakatan Prabowo-Trump Jangan Korbankan Kedaulatan Digital

KN-JAKARTA, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengeluarkan peringatan keras terkait kondisi kedaulatan digital Indonesia yang dinilai sedang dalam situasi mengkhawatirkan. Sorotan ini muncul menyusul adanya kesepakatan ART antara Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump dalam pertemuan mereka di Washington DC.

SMSI menilai kerja sama tersebut memerlukan perhatian serius dan pengawalan ketat agar tidak menjadi pintu masuk bagi dominasi kepentingan asing yang dapat mendikte ekosistem digital nasional.

Sektor Digital Sebagai Pilar Kedaulatan Negara
​Menurut SMSI, penguasaan atas data, informasi, serta platform digital bukan sekadar urusan bisnis, melainkan instrumen vital kedaulatan negara yang menentukan arah ekonomi dan politik bangsa di masa depan.

“Pemerintah harus memastikan bahwa setiap kerja sama internasional tetap berpihak pada kepentingan nasional,” tegas perwakilan SMSI dalam keterangannya.

Ancaman Terhadap Industri Media Lokal
​Organisasi media siber terbesar di Indonesia ini juga mengingatkan ketimpangan yang terjadi di lapangan. Perusahaan teknologi global (Big Tech) telah memiliki modal, teknologi, dan jaringan yang jauh melampaui pemain lokal.

Tanpa regulasi yang bersifat protektif terhadap ekosistem nasional, SMSI mengkhawatirkan:
​Marginalisasi Media Lokal: Media dalam negeri semakin terpinggirkan oleh dominasi platform luar negeri.
​Ketergantungan Platform: Indonesia berisiko hanya menjadi pasar konsumsi tanpa memiliki kendali atas nilai ekonomi digitalnya sendiri.
​Tuntutan Transparansi dan Langkah Konkret

Guna menghindari spekulasi yang meresahkan masyarakat, SMSI mendesak pemerintah untuk segera melakukan langkah-langkah konkret:
​Penjelasan Terbuka: Membuka isi kesepakatan ART secara transparan kepada publik, termasuk dampaknya terhadap regulasi digital dan pengelolaan data.
​Regulasi Protektif: Menyusun aturan yang menjamin keberlangsungan industri media dan digital nasional di tengah persaingan global yang sangat ketat.
​Strategi Kemandirian: Memperkuat infrastruktur dan kemandirian teknologi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi raksasa teknologi dunia.

SMSI menegaskan bahwa tanpa strategi jangka panjang yang kuat, nilai ekonomi digital Indonesia justru akan lebih banyak dinikmati oleh pihak luar ketimbang oleh bangsa sendiri.

 

Foto: lovepik.com

Related Posts

Revolusi BUMN: Kepala BP BUMN Pangkas 1.000 Perusahaan Menjadi 300, Sinergi Kini Jadi Kewajiban

KN-JAKARTA – Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengumumkan langkah radikal dalam menata ulang ekosistem perusahaan pelat merah. Dalam upaya meningkatkan daya saing global dan efisiensi negara, pemerintah menargetkan…

BPK Temukan 251 Perusahaan Tambang Beroperasi Tanpa RKAB, Risiko Lingkungan dan Kerugian Negara Menanti

KN-JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap temuan mengejutkan terkait carut-marut tata kelola pertambangan di Indonesia. Dalam dokumen Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2025, BPK mencatat sebanyak 251…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *