KN-JAKARTA – Gelombang bantahan datang dari berbagai organisasi mahasiswa dan otoritas kampus di Jakarta. Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menegaskan bahwa nama organisasi mereka telah dicatut secara sepihak oleh aliansi yang mengatasnamakan diri sebagai “BEM Bersatu”.
Sebelumnya, aliansi BEM Bersatu menggelar konferensi pers dan melayangkan tudingan personal terhadap mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Mereka menuduh Tiyo memiliki jaringan dengan partai politik tertentu (PDIP) berdasarkan kepemilikan mobil yang ia gunakan. Pihak PDIP sendiri telah membantah keterlibatan dalam aksi kritik Tiyo, sementara Tiyo memilih untuk tidak merespons tudingan personal tersebut.

Namun, pasca-acara tersebut, satu per satu kampus yang namanya diklaim masuk dalam daftar anggota BEM Bersatu mulai angkat bicara dan merilis klarifikasi resmi.
Daftar Bantahan Resmi dan Fakta dari Pihak Kampus
Hingga Kamis (18/6/2026), berikut adalah rangguman klarifikasi dari organisasi mahasiswa dan lembaga fakultas yang namanya dicatut:
- BEM Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)
- Bantahan: Tidak pernah mengirimkan perwakilan ataupun menghadiri konferensi pers BEM Bersatu.
- Fakta: Tidak memiliki pengurus, anggota, maupun ketua bernama Ahmad sebagaimana yang diklaim aliansi tersebut. Pihak BEM menegaskan tidak pernah memberi mandat kepada siapa pun.
- BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
- Bantahan: Menyatakan bahwa identitas organisasi mereka telah dicatut secara ilegal dan melanggar etik.
- Fakta: Individu bernama Ahmad Ghazy yang diklaim sebagai perwakilan merupakan alumni angkatan 2020. Ia bukan lagi anggota ataupun pengurus BEM tahun ini, sehingga tindakannya murni tanggung jawab pribadi.
- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional (FISIP Unas)
- Bantahan: Membantah klaim mahasiswa bernama Ardin Zulkifly yang mengaku sebagai Ketua BEM FISIP Unas.
- Fakta: FISIP Unas secara kelembagaan tidak memiliki organisasi BEM di tingkat fakultas. Oleh karena itu, jabatan tersebut fiktif dan kehadiran Ardin merupakan tanggung jawab pribadi.
- BEM Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial Universitas Indraprasta PGRI (Unindra)
- Bantahan: Membantah klaim individu bernama Dicky yang mengaku mewakili BEM FIPPS Unindra.
- Fakta: Dicky bukan bagian dari organisasi BEM FIPPS Unindra. Segala pernyataan yang keluar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan.
Komitmen Menjaga Independensi Gerakan Mahasiswa
Merespons fenomena pencatutan nama lembaga ini untuk kepentingan eksternal, BEM FIPPS Unindra mengeluarkan pernyataan tegas untuk mengingatkan kembali esensi gerakan mahasiswa yang murni.
”Segala tindakan, pernyataan, maupun konsekuensi yang ditimbulkan merupakan tanggung jawab pribadi pihak yang bersangkutan. Penggunaan identitas kelembagaan harus dilakukan dengan semangat kebersamaan dan melalui koordinasi yang baik.”
Pihak BEM Unindra juga menyatakan komitmennya untuk tetap menjaga integritas dan independensi gerakan mahasiswa agar tetap menjadi ruang perjuangan yang berlandaskan nilai intelektual, bertanggung jawab, serta murni demi kepentingan kolektif mahasiswa, bukan politik praktis.
Foto: (B-Universe Photo/Ricki Harahap)





