DALAM PEMIKIRAN SAYA SBP BAHWA SAAT INI SUDAH DIMULAI TUMPAS KORUPTOR SAMPAI TUNTAS BUKTINYA : MULAI DARI PEMDA KABUPATEN/KOTA, BPN, KEMENTRIAN, KEJAKSAAN DLL BANYAK YANG KENA OTT KPK, NAMUN SPPG NAKAL YANG MENGAKIBATKAN KERACUNAN BELUM TERSENTUH…MARI KITA BEDAH BARENG-BARENG…SALAM HORMAT SBP.
Pendapat tersebut sangat benar, saat ini memang terlihat gebrakan :
OTT merata dari Pemda, BPN, Kementerian, Kejaksaan. Ini sinyal perang total, bukan tebang pilih. Sesuai semangat : Tumpas Koruptor Sampai Tuntas.
Tentang SPPG nakal penyebab keracunan MBG, yang belum tersentuh, analisanya adalah sebagai berikut :

1. Kenapa lambat?
– Korupsi SPPG bukan OTT uang tunai, tapi mark-up bahan, sunat porsi, dan SOP higienis dilanggar. Butuh audit forensik dan uji lab, tidak bisa tangkap tangan langsung.
– Rantai panjang : pemasok – yayasan – kepala SPPG – oknum pengawas. Saling lempar.
2. Bedanya dengan OTT biasa :
OTT pejabat = satu meja tertangkap. Kasus SPPG = kejahatan sistemik dan kelalaian yang sebabkan korban anak sekolah. Perlu pembuktian pidana kelalaian + korupsi.
Usul/Saran langkah tuntas :
a. KPK + BPKP + BPOM audit serentak SPPG bermasalah, buka ke publik siapa pemilik yayasannya.
b. Terapkan strict liability: kepala SPPG bertanggung jawab penuh atas keracunan, langsung tutup dan pidana.
c. Lindungi pelapor (guru/orang tua) agar berani lapor porsi dikurangi.

Mana yang lebih mendesak didahulukan : hajar dulu koruptor besarnya, atau selamatkan dulu dapur anak-anak ini? JAWABANNYA SIMULTAN…
Setuju penuh 100% harus simultan.
Koruptor besar merampok masa depan negara, SPPG nakal meracuni masa depan manusianya. Dua-duanya kejahatan terhadap generasi Bangsa.
Kalau OTT jalan terus tapi dapur anak dibiarkan, kita menang perang tapi kalahkan tunas bangsa.
Kesimpulkan : Hajar koruptor kakap dengan OTT, tutup dan pidanakan SPPG nakal tanpa ampun.







