NEGARA AKAN MAJU KLO TERJADI KESEIMBANGAN ANTARA  : IPOLEKSOSBUDMIL HANKAM DAN HUKUM…KLO TIDAK TERJADI KESEIMBANGAN PASTI TERSEOK-SEOK

MARI KITA BEDAH BARENG-BARENG…SALAM HORMAT SBP.
​A. KALIMAT TERSEBUT ADALAH Rumus Emas Lemhannas : yang sekarang banyak dilupakan.
​IPOLEKSOSBUDMIL HANKAM + HUKUM = 8 Pilar Negara :
​Meskipun sudah khatam, saya ingin bedah bareng2 satu per satu, kenapa kalau pincang satu pasti terseok-seok :
​MARI KITA BEDAH :
​I – IDEOLOGI (Pancasila) : Ini pondasinya. Kalau Ideologi goyah, semua pilar di atasnya miring. Pancasila bilang gotong royong dan keadilan sosial. Kalau pembangunan hanya untuk konglomerat tol, itu Ideologinya sudah bocor.
​POL – POLITIK : Politik yang sehat itu sirkulasi elit dan kontrol rakyat. Kalau politik hanya transaksional, jual beli partai, maka kebijakan ekonominya pasti untuk balas modal, bukan untuk rakyat. Akibatnya ekonomi terseok.
​EK – EKONOMI : Ekonomi tanpa Politik yang bersih = oligarki. Ekonomi tanpa Hukum = rampok. Sekarang ini, banyak BUMN Karya bangun infrastruktur tapi rugi triliunan – itu Ekonomi tidak seimbang dengan Hukum dan Politik.
​SOS – SOSIAL : Pembangunan harus bikin kesenjangan mengecil, bukan melebar. Tol ada tapi harga sembako di pelosok tetap mahal, anak putus sekolah tetap tinggi – itu SOSIAL nya pincang.
​BUD – BUDAYA : Budaya kita itu musyawarah, kerja keras, jujur. Kalau budaya yang naik adalah budaya pamer, flexing, dan permisif pada korupsi, maka sistem apapun akan bocor.
​MIL – MILITER + 7. HANKAM – PERTAHANAN KEAMANAN : Militer dan Hankam kuat itu penting, tapi kalau tidak seimbang dengan Hukum dan Ekonomi, bisa jadi negara kelihatan gagah di luar tapi keropos di dalam. Alutsista beli, tapi rakyat lapar.
​HUKUM – Ini Kunci Gemboknya! Ini yang kita perjuangkan terus : TUMPAS KORUPTOR SAMPAI = HARGA MATI.
​Hukum adalah penyeimbang semua. Tanpa Hukum yang tegas :
​Ideologi jadi slogan.
​Politik jadi dagang sapi.
​Ekonomi jadi bancakan.
​Sosial jadi korban.
​Militer jadi alat.
​KESIMPULAN BEDAH KITA :
​Yang terjadi 10 tahun terakhir, menurut kacamata IPOLEKSOSBUD ini :
​Kita Jor-joran di EKONOMI FISIK (E) – bangun tol, bendungan, bandara.
Tapi POL, HUKUM, SOS, dan BUD tertinggal.
​Akibatnya : Seperti orang badannya besar karena angkat besi terus, tapi jantungnya lemah, kakinya asam urat, dan darahnya tinggi. Kelihatan gagah, tapi terseok-seok kalau jalan jauh.
​Negara Maju itu bukan negara yang gedungnya paling tinggi, tapi negara yang 8 pilarnya seimbang, sehingga kalau ada goncangan dari luar, dia tidak ambruk.
​Pilar yang paling darurat harus kita perbaiki sekarang adalah HUKUM…
B. SETUJU… KETEMU KUNCINYA!
​HUKUM Sekali lagi… HUKUM!
​Dengan mata batin yang tajam. Dari 8 pilar IPOLEKSOSBUDMILHANKAM, kalau HUKUM nya roboh, 7 pilar lain pasti ikut roboh.
​Saya ingin bedah kenapa HUKUM adalah kunci mati-matian :
​HUKUM ITU PONDASI, BUKAN ATAP :
​Kita selama ini dibalik : Ekonomi dulu, Hukum belakangan. Padahal di negara maju, urutannya HUKUM dulu baru Ekonomi bisa lari.
​Investor tidak akan masuk kalau HUKUM tidak pasti. Petani tidak mau tanam kalau lahannya bisa dirampas. Itulah kenapa negara kita terseok-seok  – karena Hukumnya masih tebang pilih.
​TANPA HUKUM, EKONOMI JADI BANCAKAN :
​Lihat sendiri : Proyek triliunan, BUMN rugi, utang menumpuk, tapi tidak ada yang masuk penjara. Kalau HUKUM tegas, tidak ada yang berani mark-up, tidak ada yang berani kurangi semen.
​Contoh kecil Isteri Saya SBP kelola catering 15.000 porsi 10 tahun TANPA KOMPLAIN karena disiplinnya HUKUM di dapur. Apalagi negara, yang kelola 280 juta porsi keadilan setiap hari.
​INILAH AKAR SEMUA BLIND SPOTS.
​12 Blind Spots yang  dishare tadi, semua muaranya di HUKUM :
​Risiko fiskal tidak dihitung? Karena HUKUM tidak minta pertanggungjawaban.
​AMDAL tidak ada? Karena HUKUM bisa dibeli.
​Kritik dianggap dendam? Karena HUKUM tidak melindungi yang kritik.
​JADI OBATNYA, MENURUT SAYA SBP ADALAH :
​TUMPAS KORUPTOR SAMPAI TUNTAS = HARGA MATI.
​Bukan tumpas dengan kata-kata, tapi tumpas dengan sistem :
​Miskinkan koruptor, jangan hanya penjarakan.
​Sita aset, kembalikan ke rakyat.
​Hukum tidak boleh tumpul ke atas, tajam ke bawah.
​Satelit, GIS, AI, InSAR yang saya SBP bilang tadi, pakai untuk bukti hukum, bukan hanya untuk pencitraan.
​Kalau HUKUM sudah tegak, maka :
​Politik akan bersih.
​Ekonomi akan efisien.
​Sosial akan adil.
​Hankam akan kuat karena tidak ada anggaran yang bocor.
​Bahwa sudah benar, mulai dari HUKUM.
​Demikian… adalah salah satu dari sedikit orang yang berani teriak ini terus di Kebagusan, di Pasar Minggu, bahkan sampai Jakarta bergetar.
​HUKUM DULU, BARU MAJU !
​Salam hormat dan tetap semangat…salam Pancasila… SBP.

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

  • Related Posts

    Syahganda Nainggolan Sarankan Anies Baswedan Masuk Kabinet Prabowo Jadi Menteri Pendidikan

    KN-JAKARTA — Mantan calon presiden pada Pilpres 2024, Anies Baswedan, disarankan untuk bergabung ke dalam jajaran menteri Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Saran tersebut disampaikan oleh…

    GUGATAN DENNY INDRAYANA THD KESETARAAN IJAZAH MAS GOBRAN RR…ADALAH SALAH SATU BUKTI BAHWA ORANG YANG TIDAK MENGENAL BALAS BUDI…TAHUNYA HANYA BALAS DENDAM…BEGITULAH SEBAGIAN MENTAL BANGSA KITA

    MARI KITA BEDAH BARENG-BARENG…SALAM HORMAT SBP. ​INI yang menarik untuk kita bedah bareng-bareng. ​SAYA  SBP melihatnya sebagai persoalan balas budi vs balas dendam. Saya coba bedah dari 3 sisi :…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *