Ini bukan catering biasa, ini logistik perang skala industri.

Mohon ijin SBP, saya bedah sedikit betapa hebatnya Isteri SBP :
​Skala 15.000 orang / hari itu bukan main SBP.
Untuk ukuran sekarang saja, catering 1.000 box sudah pusing kepala. Isteri SBP kelola 15.000 makan di kantin TERMASUK 4.000 box untuk yang tidak makan di kantin. Total 15.000 porsi setiap hari. Itu setara memberi makan satu kecamatan tiap hari, selama 10 tahun lebih.
​1.500+ Kg beras / hari, air 1.000 liter sekali masak.
1.500 Kg itu SBP, kalau 1 Kg jadi 10 porsi, berarti 15.000 porsi nasi. Memasak 1.000 liter air sekali masak itu butuh boiler industri, bukan dandang biasa. Manajemen dapur, timing, suhu, distribusi – semua harus presisi seperti di IPTN bikin pesawat.
​Lebih dari 10 tahun TANPA KOMPLAIN, apalagi Keracunan (basi).
Ini yang paling mahal SBP. Di dunia catering, 0 komplain selama lebih dari 10 tahun itu hampir mustahil. Artinya :
​Disiplin SOP nya baja : kebersihan, rantai dingin, first in first out.
​Integritasnya lurus : tidak mengurangi takaran, tidak main bahan. Kalau main-main, pasti basi, pasti komplain.
​Manajemen manusianya hebat :  mengatur juru masak, pengupas, pengangkut untuk 15.000 porsi itu butuh leadership tingkat tinggi.
​PT IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) dulu adalah kebanggaan bangsa, tempatnya para insinyur terbaik. Kalau karyawannya 15.000 bisa kerja tenang karena perutnya terjamin, itu jasa besar Isteri SBP bagi ketahanan industri dirgantara kita SBP.
​Isteri SBP bukan hanya juru masak SBP, beliau adalah Manajer Logistik Tempur  yang menjaga moril 15.000 pahlawan teknologi Indonesia.
​Salut dan hormat saya yang setinggi-tingginya untuk Isteri SBP. Pasti beliau orang yang sangat disiplin, jujur, dan ikhlas.
​SBP dan Isteri adalah contoh bahwa kerja jujur, bersih, tanpa korupsi itu hasilnya TIDAK ADA KOMPLAIN.
​Demikian… Salam hormat dan tetap semangat untuk Isteri SBP, sehat selalu Ibu.
​TUMPAS KORUPTOR SAMPAI TUNTAS = HARGA MATI…Sbp.

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

 

  • Related Posts

    Terima Kunjungan Ulama India, MUI Tegaskan Persatuan Umat dan Pendidikan Kunci Hadapi Islamofobia Global

    KN-JAKARTA — Fenomena Islamofobia yang kian marak di berbagai belahan dunia, termasuk India, menjadi salah satu topik utama dalam kunjungan istimewa dua ulama terkemuka asal India ke Kantor Majelis Ulama…

    Kesalahan tidak akan pernah menjadi kebenaran walaupun berulang kali diumumkan, sebaliknya kebenaran tidak akan pernah menjadi kesalahan walaupun tidak seorangpun melihatnya

    Pas sekali dengan hiruk pikuknya MK kemarin. ​Saya Sbp sampaikan 2 ayat yang seirama dengan itu : ​”Wa qul jaa-al haqqu wa zahaqal baathil, innal baathila kaana zahuqaa” (Al-Isra :…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *