KHUTBAH PERTAMA :
ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH… SELAMAT SIANG DAN SALAM SEJAHTERA :
SDR2KU YANG SAYA HORMATI DAN BANGGAKAN MARILAH KITA MENIKMATI KUTBAH JU’MAT YANG DIMULYAKAN TUHAN :
Innal hamda lillah, nahmaduhu wa nasta’iinuhu…
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah SWT. Takwa dalam arti menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Hari ini, JU’MAT SAYA SBP akan sedikit memberikan kutbah dengan Tema yang indah, yaitu : Rumahku Surgaku, Temanku Malaikatku, Suamiku Pemimpin dan Guruku.
BAITI JANNATI – RUMAHKU SURGAKU.
Rasulullah SAW bersabda : Baiti Jannati. Rumahku adalah surgaku. Bukan berarti rumahnya harus mewah seperti istana. Surga itu bukan luas bangunannya, tapi luas hatinya.
Bagaimana rumah jadi surga?
a. Jika di dalamnya ada dzikir. Rumah yang dibacakan Al-Quran, beda dengan rumah yang hanya ada musik dan ghibah.
b. Jika di dalamnya ada sakinah. Allah berfirman : “Wa min aayatihi an khalaqa lakum min anfusikum azwajan litaskunuu ilaiha…” (Ar-Rum : 21). Sakinah itu tenang.
c. Jika pintu rezekinya halal. Rumah surga tidak akan berdiri di atas uang haram.
Hari ini banyak rumah megah tapi penghuninya seperti di neraka – bertengkar, curiga, tidak ada senyum. Dan banyak rumah sederhana tapi seperti surga – karena ada tawa anak dan istri yang bersyukur.
TEMANKU MALAIKATKU.
Siapa teman kita akan menentukan siapa kita.
Rasul bersabda : “Al-mar’u ‘ala diini khalilihi…” – Seseorang tergantung agama teman dekatnya.
Jika teman kita adalah malaikat, maksudnya teman yang selalu mengajak ke langit, bukan yang menarik ke lumpur. Ciri teman malaikat :
Jika kita salah, dia tegur, bukan tepuk tangan.
Jika kita tidak hadir shalat berjamaah, dia cari.
Jika kita dapat nikmat, dia doakan, bukan iri.
Hati-hati telah mengingatkan kita : di zaman medsos ini, banyak teman tapi tidak malaikat. Tahunya balas dendam, tidak tahu balas budi. Seperti yang saya SBP sampaikan kemarin.
Maka pilihlah teman yang kalau kita ingat dia, kita ingat Allah.
KHUTBAH KEDUA :
Alhamdulillah…
SUAMIKU PEMIMPIN DAN GURUKU – Untuk para istri sholehah.
Ini pesan mulia untuk ibu-ibu kita.
Di dalam Islam, suami adalah qawwam, pemimpin dan guru pertama di rumah. Allah berfirman : “Ar-rijaalu qawwaamuuna ‘alan nisa…” (An-Nisa : 34)
Bukan guru yang menggurui dengan marah, tapi guru yang membimbing dengan kasih.
Wahai para suami, jadilah guru :
Guru tauhid : ajarkan istri dan anak shalat, bukan hanya ajarkan cari uang.
Guru akhlak : jangan kasar, karena Rasul tidak pernah kasar kepada istrinya.
Guru sabar : karena mendidik keluarga butuh sabar bertahun-tahun.
Wahai para istri, muliakan suamimu sebagai gurumu. Jika suami salah, doakan dan nasihati dengan lembut. Ketaatan istri pada suami dalam kebaikan adalah jalan tercepat menuju surga. Rasul bersabda : Jika seorang wanita shalat 5 waktu, puasa Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan taat pada suaminya, maka dikatakan padanya : masuklah surga dari pintu mana saja kau mau.
Kesimpulannya : Jika rumah kita sudah jadi surga, teman kita seperti malaikat, dan suami jadi guru – maka keluarga kita tidak akan goyah oleh fitnah dunia, termasuk fitnah ijazah, fitnah politik, fitnah harta.
Mari kita jaga baiti jannati kita.
Doa…
Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat… Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun…
Ibadallah…
Demikian… Matur suwun…salam hormat dan tetap semangat SBP…dengan tema yang sangat indah ini. Dengan doa bermanfaat untuk jamaah Jumat hari ini…sekian dan…WASSALAMU’ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH…
Disclaimer : Setiap artikel di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis artikel dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.







