Pulihkan Fasilitas Pendidikan, Satgas TNI Rehabilitasi SMPN 26 Takengon Pascabencana

​KN-Aceh Tengah, Personel TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) bergerak cepat melakukan rehabilitasi fasilitas pendidikan di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (18/2/2026) ini difokuskan pada pemulihan SMPN 26 Takengon yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

​Sinergi antara personel Kodim 0106/Aceh Tengah dan prajurit Yonif TP 854/Dharma Kersaka ini bertujuan untuk menormalisasi proses belajar mengajar agar para siswa dapat kembali bersekolah dengan aman dan nyaman.

​Detail Rehabilitasi Bangunan

​Sebanyak enam unit gedung dengan total 10 ruangan menjadi sasaran utama perbaikan. Seluruh pengerjaan dilakukan secara mandiri oleh personel TNI sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat.

​Rehabilitasi yang dilaksanakan mencakup enam unit gedung sekolah dengan total 10 ruangan. Bangunan yang dikerjakan terdiri dari satu gedung dewan guru berisi tiga ruangan, satu gedung perpustakaan, satu gedung mess sekolah, satu gedung berisi tiga lokal belajar siswa, serta dua unit rumah guru dengan total empat rumah. Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara mandiri oleh personel Satgas TNI tanpa melibatkan instansi lain, sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

​Untuk menghilangkan kesan kusam akibat rendaman banjir, Satgas TNI melakukan pembaruan visual secara menyeluruh:

    • ​Dinding: Dicat warna putih agar memberikan kesan terang dan bersih.
    • ​Kusen: Menggunakan cat minyak hitam untuk ketahanan jangka panjang.
    • ​Aksen: Warna merah diaplikasikan pada tulang gedung dan resplang dewan guru sebagai identitas bangunan yang rapi.

​Kendala Lapangan:

Petugas menghadapi tantangan berupa dinding bawah yang lembap dan berwarna kekuningan bekas banjir. Solusinya, pengecatan dilakukan secara berlapis (multiple coats) guna memastikan hasil yang kuat dan tidak mudah mengelupas.

​Progres dan Harapan Masyarakat

​Hingga saat ini, progres pengerjaan telah mencapai 15 persen. Meski terdapat kendala teknis, Satgas optimis pengerjaan rampung tepat waktu.

​Kehadiran TNI mendapat apresiasi hangat dari warga. “Kami sangat bersyukur. Dengan diperbaikinya sekolah ini, kami berharap semangat belajar anak-anak kembali tumbuh,” ujar Rahmad (42), warga Desa Reje Payung.

​Rehabilitasi ini merupakan bukti nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pengamanan, tetapi juga dalam menjaga keberlangsungan pendidikan generasi penerus bangsa di wilayah pascabencana.

Related Posts

TEPAT 2 (DUA) TAHUN PEMERINTAHAN PRABOWO SUBIANTO- GIBRAN RR MARI KITA LIHAT PLUS/MINUSNYA DENGAN TOLOK UKURNYA 8 (ASTA) CITA

Catatan kecil : Pemerintahan Prabowo – Gibran dilantik 20 Oktober 2024… jadi per 19 Oktober 2026 ini baru 2 tahun tepat… genap 2 tahun… kita bedah pakai tolok ukur 8…

​YLBHI Desak Pelaksanaan Putusan MK Soal Peradilan Militer Segera Dilakukan Tanpa Menunggu 2 Tahun

KN-JAKARTA — Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendesak pemerintah dan lembaga penegak hukum untuk segera menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Undang-Undang Peradilan Militer. Ketua YLBHI, Muhammad Isnur, menegaskan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *