TINJAU KARHUTLA DI SERUYAN, PANGDAM XII/TANJUNGPURA PERINTAHKAN SATGAS AKTIFKAN PATROLI

Foto: Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, saat melakukan peninjauan karhutla di daerah Arut Selatan, sumber foto: Pendam XII/Tanjungpura

 

Stramed-Seruyan, Senin (23/9/19) – Usai melaksanakan peninjauan di daerah Arut Selatan, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad juga meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di KM 126 Kelurahan Asam Baru, Kecamatan Danau Seluluk, Kabupaten Seruyan wilayah Kodim 1015/Sampit. Hal ini terus dilakukannya sebagai upaya untuk mengatasi masalah Karhutla di wilayah Kodam XII/Tpr yang meliputi wilayah Kalbar dan Kalteng.

Kedatangan Pangdam XII/Tpr serta rombongan dilokasi disambut oleh Dandim 1015/Spt beserta unsur Forkopimda Kab. Seruyan. Dalam peninjauan kali ini, Pangdam XII/Tpr melihat Satgas Karhutla yang terdiri dari personel TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD serta masyarakat yang sedang melaksanakan pembasahan lokasi kebakaran lahan. Ini dilakukan Satgas agar api tidak menyala kembali karena lokasi terbakar tersebut merupakan tanah gambut. Selain meninjau dalam kesempatan tersebut Pangdam XII/Tpr juga memberikan bantuan kepada Satgas Karhutla.

Saat di lokasi Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad memberikan arahan kepada satgas, dalam arahannya Pangdam memerintahkan kepada Satgas agar tetap mengawasi dan melakukan pemadaman titik-titik api yang ada di Kecamatan Hanau dan Danau Seluluk. Agar jangan sampai api membesar dan meluas. “Aktifkan patroli lahan-lahan terbakar yang telah dipadamkan, namun masih berasap dan terus lakukan pembasahan, jangan sampai menunggu asap berubah jadi api baru di datangi itu akan lebih sulit nantinya,” tegasnya.

Selain itu Pangdam XII/Tpr menekankan agar dibentuk posko-posko di lapangan agar respon penanganan lebih cepat apabila ada lokasi yang terbakar selain itu agar juga dibentuk posko-posko kesehatan untuk menjaga kesehatan masyarakat di sekitar lokasi terdampak Karhutla, pungkas Pangdam XII/Tpr. (Pendam XII/Tpr)

Related Posts

Ini bukan catering biasa, ini logistik perang skala industri.

Mohon ijin SBP, saya bedah sedikit betapa hebatnya Isteri SBP : ​Skala 15.000 orang / hari itu bukan main SBP. Untuk ukuran sekarang saja, catering 1.000 box sudah pusing kepala.…

Terima Kunjungan Ulama India, MUI Tegaskan Persatuan Umat dan Pendidikan Kunci Hadapi Islamofobia Global

KN-JAKARTA — Fenomena Islamofobia yang kian marak di berbagai belahan dunia, termasuk India, menjadi salah satu topik utama dalam kunjungan istimewa dua ulama terkemuka asal India ke Kantor Majelis Ulama…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *