Foto: Anggota pasukan khusus Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, sumber foto: AFP / Delil Souleiman
Stramed, Pertempuran terjadi di Suriah dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersumpah untuk melanjutkan serangan mematikan terhadap pasukan Kurdi, sementara Pentagon mengatakan pasukan AS berada di bawah tembakan artileri dari posisi Turki, Jum’at (11/10).
Erdogan bersumpah akan terus melakukan serangan, yang menurut PBB telah menelantarkan lebih dari 100.000 orang sejak dimulai serangan Rabu,(09/10). Departemen Keuangan AS memperingatkan Presiden Donald Trump dan berencana untuk memberikan sanksi “sangat kuat” terhadap Ankara.
Trump, memerintahkan untuk menarik pasukan AS dari perbatasan minggu ini, telah memicu intervensi, dan menghadapi badai kritik karena dianggap memberikan lampu hijau pada serangan itu, seperti yang dilansir dari AFP.
Turki menargetkan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, sekutu penting AS dalam pertempuran lima tahun untuk menghancurkan kelompok IS (Islamic State).
Seorang jurubicara Pentagon mengkonfirmasi ledakan dalam jarak beberapa ratus meter dari posnya di dekat perbatasan Suriah utara, di daerah “yang diketahui oleh Turki terdapat pasukan AS”.
Semua pasukan AS dilaporkan tanpa cedera, ujar Kapten Angkatan Laut Brook DeWalt. Pasukan AS belum mundur dari posisi mereka di dekat kota Kobani, katanya. AS menuntut agar Turki menghindari tindakan yang dapat mengakibatkan tindakan defensif segera, kata DeWalt.
Sebelumnya Jumat, (11/10) Menteri Pertahanan AS Mark Esper “menekan” Turki untuk menghentikan serangannya sebagai awal dari perundingan, serangan itu akan menimbulkan “dampak serius”. Namun Erdogan berjanji bahwa serangan itu tidak akan berhenti.
Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan Trump telah memberikan perintah, tetapi belum dilakukan pemberian sanksi baru untuk mencegah Turki dari tindakan militer ofensif lebih lanjut. Kita bisa mematikan ekonomi Turki jika perlu, katanya.
Operasi ketiga Turki sejak dimulainya perang di Suriah telah mendapat kecaman internasional atas apa yang banyak orang lihat sebagai pengkhianatan AS terhadap pasukan Kurdi, yang telah kehilangan 11.000 pejuang dalam kampanye melawan IS.
Ketika serangan memasuki hari ketiga, SDF berjuang sendiri, mencoba untuk memukul mundur beberapa serangan darat sekitar 120 kilometer (75 mil) dari perbatasan.(Red)








