Ukraina siap-siap ditekuk Rusia

KN. Ukraina gagal mendapatkan paket bantuan militer baru dari Uni Eropa. Setelah sebelumnya AS bekukan bantuan, kini Ukraina harus gigit jari saat Uni Eropa gagal sepakat untuk pengiriman paket bantuan militer senilai €30 miliar atau setara Rp529 triliun. Kegagalan Uni Eropa untuk mengirimkan paket bantuan militer untuk Ukraina ini terjadi ketika adanya pertemuan darurat Dewan Eropa di Brussels, Belgia.

Dalam pertemuan itu, Hongaria memveto keputusan tersebut, meskipun mendapatkan dukungan luas dari 26 anggota Uni Eropa lainnya.

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban memblokir pernyataan para pemimpin tersebut, sehingga menunda bantuan lebih lanjut ke Kyiv.

Dikutip dari Russia Today, kesepakatan lima poin yang diusulkan mencakup jaminan keamanan bagi Ukraina, komitmen bahwa tidak akan ada perundingan dengan Rusia tanpa Kyiv, dan janji untuk menegakkan integritas teritorial Ukraina.

Namun, Orban menolak usulan tersebut, dengan alasan bahwa hal itu bertentangan dengan sikap Hongaria.

“Ia berbicara tentang perlunya Ukraina diperkuat agar dapat bertempur lebih jauh. Dan Hongaria, tentu saja, tidak mendukungnya karena hal ini sepenuhnya bertentangan dengan posisi kami yang mendukung perdamaian,” kata Orban.

Menurut pernyataan konklusif yang dipublikasikan di situs web Dewan Eropa, keputusan akhir mengenai dukungan Ukraina telah ditunda hingga pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa berikutnya, yang dijadwalkan pada tanggal 20 Maret.

Sementara itu, Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa mengisyaratkan bahwa UE sedang mencari cara untuk melanjutkan bantuan militer ke Ukraina meskipun ada keberatan dari Hongaria.

“Hongaria memiliki pendekatan yang berbeda terhadap Ukraina; artinya, Hongaria terisolasi dalam 27 negara anggota UE – dan 26 negara anggota lebih dari satu,” kata Costa.

Baca juga: Ukraina Melunak, AS: Zelensky Sudah Minta Maaf dan Mau Tanda Tangani Perjanjian Mineral

Kepala kebijakan luar negeri UE, Kaja Kallas, juga mengisyaratkan rencana alternatif, dengan mengatakan bahwa blok tersebut tengah menggodok “koalisi yang bersedia” yang akan memungkinkan negara-negara anggota untuk terus memberikan bantuan militer kepada Ukraina tanpa memerlukan persetujuan bulat.

Pertemuan darurat itu diadakan di tengah meningkatnya kekhawatiran di antara para pemimpin Uni Eropa atas dampak perubahan kebijakan Presiden AS Donald Trump baru-baru ini terhadap Ukraina.

  • Related Posts

    DIRGAHAYU TNI ke-81, 5 OKTOBER 2026 TNI BERSAMA RAKYAT INDONESIA KUAT

    A. Mari kita bedah bareng bareng. HUT TNI KE-81, SENIN 5 OKTOBER 2026 : Tema nasional : “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” : Ada juga versi…

    TNI AL Terima 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Bekas Marinir AS, Perkuat Tiga Korps

    KN-JAKARTA — Sebanyak 12 unit kendaraan tempur (ranpur) amfibi bekas Korps Marinir Amerika Serikat (USMC), Assault Amphibious Vehicle (AAV) M-35, resmi tiba di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 22…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *