Dubes Muslim Afrika Selatan yang Berani Melawan Israel dan Diusir Trump

KN. Duta Besar Afrika Selatan yang diusir untuk AS Ebrahim Rasool mengatakan pada hari Minggu bahwa ia pulang ke rumah dengan “tanpa penyesalan,” setelah penerbangan selama 32 jam dari AS melalui Qatar ke Cape Kota. Menyatakan bahwa ia lebih suka datang ke Afrika Selatan dengan kesepakatan yang terjamin dengan AS, Rasool mengatakan kepada warga Afrika Selatan di Cape Town: “Namun, kami tidak dapat melakukannya dengan membiarkan AS memilih siapa yang harus menjadi teman dan siapa yang harus menjadi musuh kami.”

Ia mengatakan mereka tidak dapat “berhasil” dalam menepis “kebohongan genosida kulit putih” di Afrika Selatan. Rasool menyoroti bahwa Afrika Selatan tidak dapat “memenangkan” Undang-Undang Pertumbuhan dan Peluang Afrika (AGOA) AS dengan menarik kasus genosida terhadap Israel di Mahkamah Internasional (ICJ).

Rasool menggarisbawahi bahwa ia tidak ada di sana untuk mengatakan bahwa Afrika Selatan anti-Amerika atau tidak membutuhkan Amerika. “Kami datang ke sini bahkan setelah dinyatakan sebagai persona non grata. Kami tetap datang ke sini dan berkata, kami harus membangun kembali dan kami harus mengatur ulang hubungan dengan Amerika,” katanya.

  • Related Posts

    Kasus Korupsi SPAM Pesawaran: Kubu Dendi Ramadhona Hadirkan Saksi Meringankan, JPU Soroti Isu Aliran Dana

    KN-BANDAR LAMPUNG — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Tanjungkarang kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Pesawaran. Persidangan yang digelar…

    Dokumen Bocor Ungkap Kilang Minyak Bazan Israel Rusak Parah Akibat Rudal Iran, Jadi “Bom Waktu” di Haifa

    KN-TEL AVIV — Sebuah dokumen terbaru dari Kementerian Dalam Negeri Israel yang dirilis pada Senin (29/6/2026) malam, mengungkap dimensi tersembunyi dari skala kerusakan kompleks kilang minyak “Bazan” di Teluk Haifa.…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *