Pemkab Bicara Nasib Opang Usai Paksa Turun Ibu-Bayi dari Taksi di Tigaraksa

KN. Wakil Bupati (Wabup) Tangerang Intan Nurul Hikmah menyikapi perselisihan antara ojek pangkalan (opang) yang menurunkan ibu membawa bayi dari taksi online di Kawasan Stasiun Tigaraksa. Dia menyesalkan keributan itu yang membuat masyarakat umum dan penumpang menjadi korban.

Peristiwa itu terjadi di Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, beberapa waktu lalu. Momen ibu menggendong bayi dipaksa turun dari mobil saat hujan tersebut viral di media sosial (medsos). Polisi sudah turun tangan untuk memediasi dan klarifikasi dari kedua belah pihak. Polisi masih mendalami kasus tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang akan membina pengemudi opang yang ada di daerahnya itu.

Untuk solusi dalam perselisihan ini, pihaknya akan mengeluarkan kebijakan atau aturan terkait dengan zona atau wilayah transportasi, baik bagi transportasi online maupun pangkalan.

Polisi Masih Selidiki

Polresta Tangerang telah memediasi dan menangani perselisihan antara opang dan taksi online itu. Polisi bahkan sudah mengamankan 3 orang opang yang terlibat dalam insiden penghadangan penumpang dan pengemudi taksi.

Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyampaikan saat ini pihaknya masih mendalami dan meneliti lebih lanjut guna mengungkap fakta dari perselisihan antara opang dan taksi online.

Dari hasil klarifikasi dan mediasi dari insiden yang terjadi di kedua belah pihak ditemukan titik terang bahwa permasalahan itu dipicu atas perselisihan dan miskomunikasi terkait zona penarikan penumpang.

Sebelumnya, beredar video di medsos yang menampilkan beberapa pengemudi ojek pangkalan menghadang taksi online di Stasiun Tigaraksa pada Jumat (25/7) lalu. Dalam rekaman itu, sejumlah ojek pangkalan memaksa menurunkan penumpang ibu dan balita di tengah jalan dalam kondisi hujan.

Bahkan mereka sempat terlihat mengancam akan merusak kendaraan taksi online memakai batu yang ada di lokasi. Atas kejadian tersebut, pengemudi taksi online itu terpaksa menurunkan penumpangnya di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Para ojek pangkalan berdalih bahwa aksi yang dilakukan merupakan tindakan tegas terhadap taksi online yang melanggar wilayah zona penjemputan penumpang.

  • Related Posts

    Ini bukan catering biasa, ini logistik perang skala industri.

    Mohon ijin SBP, saya bedah sedikit betapa hebatnya Isteri SBP : ​Skala 15.000 orang / hari itu bukan main SBP. Untuk ukuran sekarang saja, catering 1.000 box sudah pusing kepala.…

    Terima Kunjungan Ulama India, MUI Tegaskan Persatuan Umat dan Pendidikan Kunci Hadapi Islamofobia Global

    KN-JAKARTA — Fenomena Islamofobia yang kian marak di berbagai belahan dunia, termasuk India, menjadi salah satu topik utama dalam kunjungan istimewa dua ulama terkemuka asal India ke Kantor Majelis Ulama…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *