Solidaritas di Menteng: Ratusan Tokoh dan Ormas Indonesia Hadiri Doa Bersama untuk Ayatullah Ali Khamenei

KN-JAKARTA, Kediaman Duta Besar Republik Islam Iran di Jalan Madiun, Menteng, Jakarta Pusat, dipenuhi oleh ratusan pelayat dan tokoh masyarakat pada Kamis sore, 5 Maret 2026. Mereka hadir untuk mengikuti doa bersama sekaligus menandatangani petisi kecaman atas agresi militer Amerika Serikat dan Israel yang menyebabkan kesyahidan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayed Ali Khamenei.

​Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sekitar 250 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk ormas keagamaan dan yayasan kemanusiaan.

​Pesan Tegas Duta Besar Iran

​Dalam sambutannya, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mr. Mohammad Boroujerdi, menyampaikan duka yang mendalam sekaligus kecaman keras terhadap tindakan AS dan rezim Zionis. Ia menegaskan bahwa serangan tersebut tidak hanya menyasar pemimpin politik, tetapi juga warga sipil, termasuk anak-anak.

​”Zionis membunuh pemimpin agung yang semasa hidupnya melawan terorisme dan menyebarkan keamanan bagi umat Muslim. Mereka (AS dan Israel) hanya mencari dalih untuk menyerang Iran. Target mereka tidak memandang bulu, mulai dari pemimpin berusia 80 tahun hingga anak-anak kecil,” ujar Dubes Boroujerdi di hadapan para peserta.

​Beliau juga menekankan pentingnya “Perang Narasi” di media sosial untuk menyuarakan kebenaran dan melawan propaganda musuh. Boroujerdi secara khusus mengapresiasi gelombang solidaritas dari rakyat Indonesia, termasuk surat resmi dari Presiden Prabowo Subianto yang telah diterima oleh pemerintah Iran.

​Penandatanganan Petisi dan Sikap Non-Negosiasi

​Puncak acara ditandai dengan penandatanganan petisi pada dua papan besar yang disediakan. Para peserta, yang mengenakan syal Palestina dan membawa bendera Iran-Palestina, memberikan pesan tertulis sebagai bentuk dukungan moral.

​Dalam sesi tanya jawab dengan awak media, Dubes Boroujerdi menegaskan posisi diplomasi Iran saat ini:

  • ​Mekanisme Pengganti: Sesuai undang-undang Iran, pengganti Ayatullah Ali Khamenei akan dipilih melalui sidang Dewan Ahli (Assembly of Experts).
  • ​Respon Militer: Iran menyatakan akan memberikan balasan nyata di lapangan.
  • ​Tolak Negosiasi: “Kami tidak ada negosiasi lagi dengan musuh karena kami sudah tidak percaya. Kami telah tiga kali bernegosiasi namun tetap diserang. Kali ini, kami akan membereskan mereka di lapangan,” tegasnya.

​Kehadiran Berbagai Elemen Masyarakat

​Kegiatan ini diikuti oleh koalisi masyarakat sipil yang luas, di antaranya:

  • ​Ormas & Lembaga: Ahlulbait Indonesia, FPI, ICC, Soekarno Care Foundation, Free Palestine Network, dan Arus Muda Repdem.
  • ​Tokoh Hadir: Habib Taufiq (Perwakilan ICC) serta jajaran pejabat tinggi Kedubes Iran.

​Acara ditutup pada pukul 17.15 WIB setelah sesi foto bersama antara Duta Besar dengan perwakilan ormas. Meski suasana emosional menyelimuti lokasi, kegiatan berlangsung aman dan kondusif dengan pengawalan dari pihak terkait serta liputan luas dari berbagai media nasional.

Related Posts

UU SUDAH DISAHKAN, MANA NASKAH RESMINYA? ASPIRASI DESAK PEMERINTAH BUKA UU PELINDUNGAN KETENAGAKERJAAN KE PUBLIK!

Jakarta, 5 November 2026, Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) mendesak Pemerintah untuk segera membuka dan mempublikasikan salinan resmi Undang-Undang Pelindungan Ketenagakerjaan yang telah disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI…

EKS KAPOLRI LSP NYADAP PEMBICARAAN PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO ADALAH TINDAKAN MAKAR OLEH YUSRIL IHZA MAHENDRA

Dilaporkan info terbarunya, karena pernyataannya Pak Yusril itu berkembang dalam 2 hari. Jadi benar, Pak. Pak Yusril Ihza Mahendra sebagai Menko Kumham Imipas memang sudah bicara soal makar ini. Kronologinya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *