KN-JAKARTA – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, sepakat membentuk tim bersama untuk mengakselerasi program investasi, perdagangan, dan penerbangan. Tim khusus ini ditargetkan mulai bekerja pada Mei 2026.
Kesepakatan strategis tersebut dicapai dalam pertemuan audiensi yang berlangsung di kediaman Dubes UEA, Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).
Paparan Peluang Investasi dan Ekspor
Dalam pertemuan tersebut, Mualem memaparkan berbagai potensi besar yang dimiliki Aceh untuk digarap oleh investor asal Timur Tengah. Melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, disebutkan bahwa sektor-sektor prioritas meliputi perminyakan, gas, pertambangan, hingga hilirisasi industri sawit.
“Gubernur menawarkan peluang investasi di sektor migas, pertambangan, serta pembangunan pabrik olahan minyak sawit menjadi minyak goreng di Aceh,” ujar Nurlis.
Selain investasi fisik, Aceh juga mendorong ekspor produk pertanian unggulan dalam bentuk produk olahan, seperti:
Bahan Baku Parfum: Minyak nilam dan kayu gaharu yang sangat diminati pasar Arab.
Turunan Kelapa: Minyak kelapa, tepung kelapa, briket arang kelapa, hingga sabut kelapa.
Energi Terbarukan (Biomassa): Wood pellet, serta karbon aktif dari cangkang kelapa dan sawit untuk kebutuhan industri dunia.
Konektivitas Udara dan Umrah
Pihak UEA menyambut antusias ajakan kerja sama ini. Maskapai global Emirates dan Etihad menyatakan ketertarikannya untuk membuka kantor perwakilan serta rute penerbangan langsung dari Aceh menuju UEA.
Langkah ini diproyeksikan akan memudahkan jamaah umrah dari Aceh maupun kota lain di Indonesia yang melakukan transit di Aceh sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Komitmen Pembangunan dan Energi
Selain urusan bisnis, Dubes Abdulla Salem Al-Dhaheri juga menyatakan komitmennya untuk membantu Pemerintah Aceh dalam program pemulihan pascabencana, termasuk pembangunan hunian, lahan pertanian, dan infrastruktur jalan.
Di sektor energi, Dubes UEA menegaskan kembali rencana investasi Mubadala Energy untuk membangun fasilitas logistik shorebase. Fasilitas ini nantinya akan menjadi tulang punggung dalam mendukung eksplorasi blok migas Andaman di perairan Aceh.
“Ini adalah kunjungan audiensi sekaligus membuka ruang usaha seluas-luasnya bagi UEA di Aceh. Kami ingin hubungan ini memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” pungkas Nurlis.
Foto: AcehStandar.com







