KN-JAKARTA – Aliansi MBG Watch menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Badan Gizi Nasional (BGN) di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu (10/6/2026). Sekitar 30 orang massa yang dipimpin oleh Pj. Thalib menuntut adanya evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sarat dengan masalah.
Dalam aksinya, para demonstran membawa sejumlah poster dengan tulisan keras seperti “Gedung Ini Kami Segel”, “Audit MBG”, “Kami Muak! Rombak Total MBG!”, hingga “Snack Gratis Dari Rakyat Untuk Rakyat”. Mereka juga menyuarakan kritik terkait kualitas makanan dan dugaan mark-up harga, dengan slogan “Beli di UMKM Gak Pake Mark Up” dan “Jujur, Ini Kurang Sehat, Soalnya Gorengan”. Massa juga mengajak publik untuk membunyikan klakson sebagai bentuk solidaritas atas kekecewaan terhadap program tersebut.
Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa transparansi pengelolaan anggaran negara adalah kewajiban konstitusional, bukan sekadar pilihan. Ia menuduh adanya konflik kepentingan dan praktik korupsi dalam pelaksanaan program MBG.
“Transparansi bukan sebuah ancaman, tetapi adalah kewajiban konstitusional oleh sebuah lembaga negara yang mengelola uang rakyat. Ini adalah kewajiban konstitusional, bukan hanya terkait kesewenang-wenangan terhadap pengelola anggaran kita hari ini.
Massa juga menyoroti ketimpangan antara anggaran yang dialokasikan dengan nilai gizi yang benar-benar diterima oleh anak-anak. Ia menyebutkan bahwa anggaran MBG per anak adalah Rp 15.000, namun nilai makanan yang diterima anak hanya sekitar Rp 8.000.
Sebagai bentuk protes simbolis, Aliansi MBG Watch membagikan makanan secara gratis kepada warga tanpa menggunakan uang negara atau pajak, untuk menunjukkan bahwa bantuan pangan dapat dilakukan secara mandiri dan transparan oleh rakyat. Aksi ini ditutup dengan seruan agar pemerintah segera melakukan audit menyeluruh dan merombak total mekanisme program MBG demi kepentingan rakyat yang sebenarnya.






