Haris Rusly Moti: Gejolak IHSG dan Rupiah Bagian dari Serangan Destabilisasi Terkoordinasi

KN-JAKARTA – Pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti, menilai bahwa kondisi ekonomi nasional saat ini, khususnya gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pelemahan nilai tukar rupiah, bukan sekadar dinamika pasar biasa. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari “peperangan” (warfare) yang dilancarkan secara senyap dan samar.

“Dalam keterangannya pada Rabu (10/6/2026), Haris menyebut fenomena ini sebagai sebuah serangan destabilisasi terkoordinasi,” ujar Haris.

Haris menyoroti berbagai narasi atau tagline yang beredar di masyarakat, seperti “sale Indonesia”, “1998 redux”, “buang rupiah”, hingga “Indonesia gelap”. Ia menilai kampanye-kampanye tersebut dirancang untuk menggerus kepercayaan publik dan pasar terhadap kebijakan progresif yang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Tujuan dari serangan destabilisasi ini, menurut Haris, adalah mendorong depresiasi mata uang, melemahkan IHSG, serta memicu pelarian modal (capital flight) yang pada akhirnya diharapkan dapat menyusutkan cadangan devisa negara.

“Mereka terobsesi mendaur ulang peristiwa Reformasi 1998, memicu gejolak politik melalui merekayasa guncangan ekonomi,” kata Haris, yang juga merupakan mantan Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran.

Konteks Geopolitik Berbeda dengan 1998

Meski ada upaya untuk mendaur ulang sejarah 1998, Haris yakin skenario tersebut tidak akan terwujud karena perbedaan mendasar dalam peta geopolitik dunia. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 1998, dunia masih berada dalam tatanan unipolar di mana Amerika Serikat (AS) menjadi penguasa tunggal atau “matahari tunggal”.

“Sedangkan saat ini sudah multipolar,” tegas Haris.

Selain itu, Haris juga menyoroti perubahan peran lembaga multilateral. Pada era 1998, institusi seperti IMF, Bank Dunia, dan WTO memiliki kekuasaan besar untuk mendikte kebijakan negara-negara berkembang. Namun, kondisi tersebut telah berubah drastis.

“Sementara saat ini multilateralisme telah diruntuhkan oleh Presiden Donald Trump seiring ambruknya Washington Consensus,” pungkas Haris.

 

Foto: Haris Rusly Moti/Net

Related Posts

Koalisi Masyarakat Sipil Riau Desak Pembentukan Kaukus Parlemen Hijau Daerah

KN-PEKANBARU – Koalisi Masyarakat Sipil Riau Penyokong Kaukus Parlemen Hijau Daerah Riau secara resmi dideklarasikan oleh Johny Setiawan Mundung selaku Dinamisator Koalisi Masyarakat Sipil Riau bersama 20 organisasi Masyarakat Sipil…

SUDAH BANYAK KORBAN KERACUNAN MBG, NAMUN SAMPAI HARI INI BELUM ADA YANG DIPROSES MELALUI JALUR HUKUM SECARA TEGAS DAN KERAS BERDASARKAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA…ARTINYA POK DO LEMAH

KN-Jakarta, Saya Sbp paham betul keprihatinan dan kemarahan Masyarakat. ​Kalau memang sudah banyak korban keracunan MBG/ SPPG tapi sampai hari ini belum ada proses hukum yang tegas dan keras, itu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *