Terima Gelar dari Kasunanan Surakarta, Pembina GMBN Taufiek Bawazier Perkuat Sinergi Bela Negara dan Budaya

KN-JAKARTA – Pendiri sekaligus Pembina Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Generasi Muda Bela Negara (GMBN), Taufiek Bawazier, resmi menerima gelar kehormatan bangsawan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Penganugerahan gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) Dr. Ir. Taufiek Bawazier Husodonegoro tersebut dilaksanakan bertepatan dengan momentum sakral 1 Suro 2026.

Sebagai pimpinan dari Ormas binaan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI tersebut, penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi nyata Taufiek dalam menanamkan pilar kebangsaan dan jiwa patriotisme pada generasi muda.

Apresiasi Tinggi dari Internal Organisasi
​Apresiasi mendalam datang dari internal pengurus pimpinan pusat ormas bela negara tersebut. Elwa Watimena, yang juga bertindak sebagai pendiri dan pengurus inti GMBN, menyambut hangat penghargaan tertinggi yang diterima oleh sang pembina.

“Penghargaan dari Kesunanan Surakarta ini merupakan amanah besar. Ini momentum penting untuk mempererat integrasi antara pelestarian budaya lokal dengan nilai-nilai bela negara yang selama ini kami gaungkan,” ujar Elwa Watimena dalam keterangan resminya di Jakarta.

Ekspansi Organisasi di 38 Provinsi
​Langkah strategis ke depan pun langsung dicanangkan demi memperluas dampak positif pergerakan ini. Elwa Watimena, yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Komando Tugas RI, menegaskan komitmennya untuk bergerak cepat.

Ia bersama seluruh jajaran berkomitmen penuh untuk bersinergi bersama GMBN dalam mendorong penguatan struktur dan kaderisasi organisasi di 38 provinsi di seluruh Indonesia.

Melalui dukungan penuh dari pembina serta para senior kader Bela Negara, gerakan ini diproyeksikan akan terus bergerak secara masif guna mewujudkan nilai-nilai Bela Negara yang berjalan beriringan dengan budaya lokal warisan asli bangsa.
​Sinergi Budaya dan Fondasi Bangsa

Pemberian gelar kraton ini membawa pesan simbolis yang kuat bagi ketahanan nasional. Penghargaan ini menjadi manifestasi nyata bahwa:
​Nilai-nilai bela negara tidak berdiri sendiri, melainkan berakar dari identitas bangsa.

Kekayaan budaya lokal adalah benteng pertahanan non-fisik yang menjaga kedaulatan mental generasi muda.

Sinergi keduanya merupakan satu kesatuan kekuatan yang holistik demi menjaga keutuhan NKRI.

Sinergi antara aspek geopolitik dan kultural ini diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh bagi GMBN untuk terus bergerak maju, mencetak generasi muda yang tangguh, dan berkontribusi nyata dalam membangun bangsa dan negara di masa depan.

Related Posts

Foto-Foto Aksi Unjuk Rasa

         

Wagub Jihan Dorong PJ91 Wujudkan Semangat Bersatu, Berbaur, dan Berdampak

KN-Bandar Lampung –– Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Purna Jambore Nasional 1991 (PJ91) dengan tema “Nengah Nyappur Dalam Aksi: Bersatu, Berbaur, Berdampak”, di Gedung Dekranasda…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *