KN-TEHERAN — Kementerian Intelijen Iran mengumumkan penangkapan 21 tentara bayaran yang terhubung dengan badan intelijen Israel, Mossad, di Provinsi Kerman, wilayah tenggara Iran. Para tersangka diduga kuat mengumpulkan informasi intelijen dari lokasi-lokasi sensitif dan rahasia di kawasan militer Iran untuk dikirimkan kepada pihak Israel.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Tasnim News Agency, Jumat (7/8/2026), aparat keamanan Iran juga mengidentifikasi dan menangkap empat pelaku kriminal bersenjata di provinsi yang sama. Sejumlah barang bukti berupa senjata api, amunisi perang, serta amunisi berburu turut disita dari para pelaku.
Retak Internal di Tubuh Mossad
Di saat bersamaan, laporan media Israel Channel 12 mengungkapkan dinamika panas di internal Mossad. Direktur Mossad, Roman Gofman, dilaporkan memecat dua pejabat senior intelijen setelah skenario untuk menggulingkan pemerintah Iran berujung kegagalan atau tidak pernah berhasil dilaksanakan.
Dua pejabat yang diberhentikan tersebut mencakup kepala direktorat intelijen—yang baru diangkat beberapa bulan lalu—serta kepala divisi khusus Iran. Identitas kedua pejabat senior itu tidak diungkapkan kepada publik.
Skenario Penggulingan Rezim yang Kandas
Menurut laporan Channel 12, skenario penggulingan tersebut awalnya dirancang melalui koordinasi erat dengan Amerika Serikat (AS). Rencana itu bertujuan memicu gerakan oposisi internal di Iran dengan sokongan perlindungan udara dari militer gabungan Israel-AS.
Laporan internasional menyebutkan bahwa skenario tersebut turut mencakup pembicaraan mengenai kepemimpinan pengganti di Iran serta koordinasi mengenai fase “pasca-rezim”.
Namun, upaya tersebut terhenti pada tahap awal hingga akhirnya usulan dibatalkan dan pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.
Sumber keamanan Israel menyatakan bahwa hubungan Gofman dengan kedua pejabat tersebut sudah tegang sejak awal. Pemecatan ini menjadi bagian dari perombakan yang lebih luas terhadap struktur kepemimpinan dan prioritas strategi Mossad terkait Iran. Hingga saat ini, belum ada komentar resmi dari pihak Israel mengenai laporan pemecatan kedua pejabat senior tersebut.
Foto: Wikipedia








