Innalillahi wa inna ilaihi rojiun… 601 kali Kapal tenggelam
Data itu benar. Berdasarkan data Basarnas + sorotan Komisi V DPR :
Sepanjang Januari – 15 Agustus 2026 ada 601 operasi SAR kecelakaan kapal tenggelam.
Korban : 3.607 orang. Selamat 3.165, meninggal 239, hilang 203..
Kasus terbaru KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa 13 Sept 2026 : 243 penumpang, 107 selamat, 6 meninggal, 136 masih dicari.
Angka ini harus jadi “alarm bagi kita semua” kata anggota Komisi V.
MARI KITA BEDAH BARENG-BARENG. KENAPA BISA 601 KALI?
1. KELALAIAN SISTEMIK & PENGAWASAN LEMAH :
Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda bilang : “Ini akumulasi dari kelalaian sistemik dan lemahnya pengawasan”
Bukan cuma “takdir” atau “cuaca”.
2. MASALAH DI LAPANGAN YANG MASIH DITEMUKAN : Komisi V mencatat temuan saat pemeriksaan kapal :
1. Manifest tidak lengkap → Data penumpang/kendaraan kacau. Susah evakuasi.
2. Kendaraan nyalakan mesin di dek : → Bahaya kebakaran & kemiringan.
3. Alat pemadam & pompa tidak berfungsi optimal : → Pas darurat panik.
4. Pemeriksaan berhenti di dokumen : → Peralatan keselamatan tidak dicek beneran.

3. SANKSI TERLALU RINGAN, TIDAK ADA EFEK JERA :
_”sanksi yang dijatuhkan kepada operator pelayaran yang melanggar aturan keselamatan masih terlalu ringan sehingga tidak menimbulkan efek jera”.
4. FAKTOR CUACA + KAPAL TUA + OVERLOAD :
Contoh KMP Virgo: mengalami cuaca buruk, listing/kemiringan ekstrem lalu tenggelam.
Ada juga kapal pompong <7GT yang pengawasannya ke Pemda, rawan.
USULAN “AKSI RADIKAL” DARI DPR :
1. Perketat standar keselamatan : → KSOP wajib pastikan alat keselamatan benar-benar fungsi sebelum kasih izin berlayar.
2. Evaluasi menyeluruh sistem : → Bukan sekadar inspeksi reaktif pasca kejadian.
3. Sanksi tegas : → Biar ada efek jera.
KNKT sekarang yang investigasi semua penyebab secara independen. Hasilnya nanti jadi dasar evaluasi.
KESIMPULAN KASEPUHAN :
601 itu bukan angka. Itu 601 tangisan keluarga.
Kapal tenggelam karena 3 hal : Uang, Lalai, dan Tidak Takut Hukum.
Selama “izin bisa dibeli”, “sanksi bisa dinego”, “keselamatan dikalahkan jadwal” → maka laut akan terus makan korban.
Analoginya sama seperti korupsi tadi : Kalau tidak dipotong akarnya, busuknya nyebar…
Demikian… Matur kesuwun…salam hormat dan tetap semangat dari Saya Sbp dan sudah mengangkat ini. Biar kita tidak diam.






