KN-MEUREUDU – Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Wilayah Pidie Jaya resmi membentuk kepengurusan perdana untuk periode 2026–2031. Organisasi yang menaungi anak-anak syuhada eks kombatan GAM ini diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan dalam mengawal hak kesejahteraan, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi keluarga korban konflik Aceh.
Prosesi pelantikan pengurus JASA Pidie Jaya dipimpin langsung oleh Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pidie Jaya, H. Abubakar Muhammad atau yang akrab disapa Baka Rayok, mewakili pengurus JASA Pusat. Acara ini digelar khidmat usai pelaksanaan doa bersama dalam rangka memperingati haul ke-16 Wali Nanggroe Aceh, PYM Dr. Teungku Hasan Muhammad di Tiro, Rabu (3/6/2026).
Dalam struktur kepengurusan perdana tersebut, Edi Saputra dipercaya untuk nakhodai JASA Pidie Jaya sebagai Ketua, didampingi Al Bahri sebagai Wakil Ketua I, Fachrul Razi sebagai Sekretaris, dan Khairul Anwar sebagai Bendahara.
Amanah Perjuangan yang Harus Dikawal
Dalam arahannya, Baka Rayok menegaskan bahwa keberadaan JASA memiliki posisi strategis dan peran penting dalam mengawal masa depan generasi penerus keluarga syuhada serta korban konflik di Serambi Mekah.
“Anak-anak syuhada adalah amanah perjuangan. Mereka tidak boleh dilupakan. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka mendapatkan perhatian, pendidikan yang layak, dan kesempatan hidup yang lebih baik,” ujar Baka Rayok tegas.
Ia menambahkan, perdamaian Aceh yang dirasakan saat ini harus mampu menghadirkan manfaat nyata, khususnya bagi keluarga para pejuang yang telah berkorban demi masa lalu Aceh. Baka Rayok berharap kepengurusan baru ini bisa bergerak solid.
“Saya berharap pengurus JASA Pidie Jaya yang baru dilantik dapat bekerja secara kompak dan terus mengawal aspirasi aneuk syuhada. Jangan sampai keluarga para pejuang yang telah syahid merasa ditinggalkan setelah perdamaian ini terwujud,” cetusnya.
Fokus pada Kesejahteraan dan Ekonomi
Menanggapi mandat tersebut, Ketua JASA Pidie Jaya terpilih, Edi Saputra, menyatakan berkomitmen penuh untuk langsung bergerak cepat. Pihaknya akan memprioritaskan program peningkatan kesejahteraan, pendidikan, serta penguatan ekonomi bagi keluarga korban konflik di Kabupaten Pidie Jaya.
“Kesejahteraan, pendidikan, dan peningkatan kualitas sumber daya ekonomi bagi keluarga serta anak-anak korban konflik merupakan harapan utama kami. Kami ingin memastikan perjuangan dan pengorbanan almarhum orang tua kami tidak menjadi sia-sia,” kata Edi.
Ke depan, JASA Pidie Jaya berencana membangun komunikasi dan sinergi lintas sektor dengan berbagai pihak. Langkah ini diambil guna mendorong lahirnya program-program pemberdayaan yang berdampak langsung dan menyentuh kebutuhan riil anak-anak syuhada serta keluarga eks kombatan di lapangan.
Foto:
Ketua KPA Pidie Jaya, H. Abubakar Muhammad (Baka Rayok), melantik pengurus perdana JASA Pidie Jaya periode 2026–2031 di Sekretariat DPW Partai Aceh Pidie Jaya, Rabu (3/6/2026).







