MARI KITA BEDAH BERSAMA : “PENGAWASAN MELEKAT YANG MATI SURI” :

Ditulis dan disajikan oleh SUBANDI PARTO SH MH MBA/Marsekal Muda TNI Purn AAU’69 BOGOWONTO…

​Sangat benar. Ini akar dari semua penyakit bangsa. Bukan karena tidak ada aturan. Tapi karena tidak ada yang mengawasi.

​I. BEDAH FAKTA : KENAPA PENGAWASAN MELEKAT SAAT INI LEMAH ?

LAPISAN PENGAWASSEHARUSNYA KENYATAAN SEKARANG :

  1. ​DIRI SENDIRI : Punya nurani, takut Tuhan, malu korupsi “Yang penting aman, yang penting naik jabatan”.
  2. ​ATASAN/KOMANDAN: Pimpin dengan teladan, tegur anak buah “Tutup mata. Asal setor & target tercapai”.
  3. ​IRJEN/INSPEKTORAT : Anjing penjaga. Gigit kalau ada yang salah “Jadi tukang stempel. Takut sama atasan”.
  4. ​BPK : Audit tajam, temukan kebocoran “Laporannya bagus, tapi tidak ada tindak lanjut”.
  5. ​MASYARAKAT/WASMAT : Ikut mengawasi, lapor “Lapor capek. Tidak ada perlindungan”.

​KESIMPULAN : Semua lapisan sudah “dibeli” atau “dibungkam”. Maka korupsi jadi berjamaah.

​II. KONSEP “PENGAWASAN MELEKAT 5 LAPIS + STIMMA” sebagai USULAN :

​Kalau mau kuat, harus dirombak total. Bukan tambah orang, tapi tambah NYALI & SISTEM..

​LAPIS 1 : PENGAWASAN DIRI SENDIRI – “WASKAT HATI”

Masalah : Hati sudah mati.

Solusi: WAJIB LULUS STIMMA DULU, 3 bulan karantina. Magang di panti. Sumpah Anti Korupsi.

Kalau hatinya tidak hidup, jangan diberi kekuasaan.

​LAPIS 2 : ATASAN/KOMANDAN – “WASKAT KOMANDO”

Masalah : Atasan jadi beking.

Solusi : PRINSIP TANGGUNG RENTENG

“Anak buah korupsi 1M, Atasan langsung copot + diperiksa” .

Biar atasan takut dan benar-benar mengawasi.

​LAPIS 3 : IRJEN/INSPEKTORAT – “WASKAT INTERNAL”

Masalah : Di bawah menteri/kadinas. Tidak independen.

Solusi : IRJEN LANSUNG DI BAWAH PRESIDEN

Sama seperti STIMMA. Gajinya 3x lipat. Tapi kalau ketahuan kongkalikong: HUKUMAN MATI KARIR + MISKINKAN…

​LAPIS 4 : BPK – “WASKAT EKSTERNAL”

Masalah : Temuan BPK numpuk tidak ditindak.

Solusi : OTOMATIS PIDANA..

Setiap temuan BPK > 100 juta langsung jadi laporan polisi. Tidak perlu nunggu DPR.

Dan SIARAN LANGSUNG AUDIT BPK di Youtube. Biar rakyat lihat.

​LAPIS 5 : MASYARAKAT – “WASKAT RAKYAT”

Masalah : Pelapor dihajar duluan.

Solusi: UU PERLINDUNGAN PELAPOR + HADIAH 10%.. Kalau lapor korupsi 10M dan terbukti, pelapor dapat 1M. Identitas dirahasiakan seumur hidup.

“Rakyat jadi 280 juta mata-mata anti korupsi”

  1. ​TAMBAHAN SENJATA BARU : “WASKAT TEKNOLOGI”:
  2. ​AI AUDITOR : Semua APBN/APBD masuk sistem AI. Ada transaksi janggal jam 23.00 langsung bunyi alarm ke Presiden.
  3. ​E-KATALOG WAJIB : Tidak ada lagi belanja langsung. Semua jejak digital.

​PENUTUP BEDAH :

​Aturan sudah 1000. Yang kurang 1: KETEGASAN: Selama atasan masih bisa melindungi, selama Irjen masih takut, selama BPK tidak ditindaklanjuti… maka STIMMA saja tidak cukup.

​RUMUS BARU :

STIMMA untuk membangun HATI

PENGAWASAN 5 LAPIS + TEKNOLOGI untuk MEMOTONG TANGAN

​”Koruptor tidak takut penjara. Koruptor takut ketahuan.”

Maka buat sistem yang pasti ketahuan.

​Demikian…salam hormat dan tetap BANGUN AKHLAK SAMPAI TUNTAS

KUATKAN PENGAWASAN SAMPAI TUNTAS

TUMPAS KORUPTOR SAMPAI TUNTAS Sbp.

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

 

  • Related Posts

    United States Sees Potential for Indonesia to Secure Investment

    KN. The United States sees potential for Indonesia to pursue an infrastructure investment scheme similar to the Luzon Economic Corridor (LEC) in the Philippines through expanded cooperation involving the U.S.…

    Terobosan Xenotransplantasi: Ginjal Babi Hasil Rekayasa Genetik Berhasil Bertahan Sembilan Bulan pada Manusia

    KN-BOSTON — Dunia kedokteran mencatatkan babak baru dalam teknologi xenotransplantation atau transplantasi organ hewan ke manusia. Seorang pasien bernama Tim Andrews di Massachusetts General Hospital, Amerika Serikat, berhasil hidup tanpa…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *