NATAL SEPERTI MAULID SAJA

Stramed, Mengucapkan selamat atas hari kelahiran seseorang, apalagi manusia agung, tak perlu tanggal khusus atau tanggal yang sesuai tanggal kelahirannya. Tapi bersama-sama merayakannya tentu lebih bergaung.

Nabi SAW dirayakan kelahirannya alias maulidan setiap saat. Merayakan kelahirannya adalah cara beradab berterimakasih atas anugerah petunjuk yang disebarkannya.

Berterimakasih atas anugerah hidayah berarti mencintai ajaran-ajarannya. Mencintai ajaran-ajarannya berarti berkehendak menerapkannya.

Dalam al-Quran ada ayat yang memuat ucapan selamat kepada Isa pada hari dilahirkan, hari wafat dan hari kebangkitannya.
وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا (15)
“Salam atasnya pada hari dilahirkan, hari wafat dan hari dibangkitkannya dalam keadaan hidup.” QS. Maryam:15.

Jadi yang anti Natal tak perlu merasa sangat islami sehingga merasa wajib melarang orang lain mengungkapkan kegembiraan atas kelahiran salah satu nabi utama itu. Yang tak anti natal juga tak perlu bertingkah demonstratif dan provokatif.

Andi Naja FP Paraga
Pegiat Sosial – Keagamaan

Disclaimer : Artikel ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

Related Posts

Asia-Pacific Tax Forum ke-17 Bahas Geopolitik dan Fragmentasi Ekonomi Global

KN-Kuala Lumpur, Malaysian Association of Tax Accountants (MATA) berkolaborasi dengan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyelenggarakan 17th Annual Asia-Pacific Tax Forum (APTF) 2026 pada 27-28 Juli 2026…

MARI KITA BEDAH BERSAMA : “PENGAWASAN MELEKAT YANG MATI SURI” :

Ditulis dan disajikan oleh SUBANDI PARTO SH MH MBA/Marsekal Muda TNI Purn AAU’69 BOGOWONTO… ​Sangat benar. Ini akar dari semua penyakit bangsa. Bukan karena tidak ada aturan. Tapi karena tidak…