Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Tertekan Harga Minyak dan Inflasi Global

KN-JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah hingga menembus level psikologis Rp18.000.

Berdasarkan data Trading Economics, mata uang Garuda berada di level Rp18.024 per dolar AS pada Selasa (29/9/2026) pukul 11.27 WIB.

Tekanan besar terhadap rupiah ini bukan kali pertama terjadi pada tahun ini. Sebelumnya, pada awal Juni 2026, nilai tukar rupiah juga sempat terperosok dan tertahan di kisaran Rp18.015 hingga Rp18.041 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa laju pelemahan nilai tukar ini utamanya dipengaruhi oleh berlanjutnya kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global serta meningkatnya risiko fiskal.
​Kondisi tersebut semakin diperberat oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang melambung hingga di atas US$108 per barel. Kenaikan harga komoditas energi ini terjadi di tengah belum tercapainya kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

  • Related Posts

    KPK Tetapkan Bupati Klaten dan Kepala BPK Jateng Sebagai Tersangka Operasi Tangkap Tangan

    JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. Penetapan tersangka ini disampaikan dalam konferensi pers di…

    KPK Tetapkan 5 Tersangka Kasus OTT Dana Bencana BNPB, Amankan Barang Bukti Rp5,4 Miliar

    ​KN-JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanggulangan bencana di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *