​Sumur Bor di Gampong Blang Rubek Semburkan Gas dan Api

KN-LHOKSUKON – Warga Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara digemparkan oleh fenomena alam tak biasa. Proyek pengeboran sumur air yang terletak di areal kebun sawit dan persawahan setempat tiba-tiba mengeluarkan semburan gas bertekanan tinggi, lumpur, hingga kobaran api setinggi puluhan meter pada Jumat (22/5/2026) dini hari.

​Berdasarkan keterangan Geuchik Gampong Blang Rubek, proyek pengeboran ini sebenarnya ditujukan untuk pembuatan sumur bor guna memenuhi kebutuhan pengairan sawah masyarakat. Selama ini, para petani setempat kerap mengalami kesulitan air yang cukup pelik setiap kali musim kemarau tiba.

​Proyek desa (gampong) tersebut tercatat sudah berjalan selama enam hari, terhitung sejak 16 Mei hingga 21 Mei 2026. Puncaknya pada Kamis (21/5/2026) sekira pukul 13.30 WIB, saat pengeboran telah mencapai kedalaman sekitar 90 meter, lubang sumur mulai mengeluarkan material pasir berlumpur. Menyikapi hal itu, para pekerja sempat melakukan penarikan sebagian pipa dari dalam sumur.

​Suara Dentuman Menggelegar di Dini Hari

​Kapolres Aceh Utara, AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., melalui Kasi Humas AKP Bambang Sutrisno mengonfirmasi insiden tersebut. Menurutnya, situasi berubah mencekam pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB ketika semburan gas disertai lumpur dan api mendadak muncul.

​”Peristiwa itu terjadi di areal kebun sawit dan persawahan, tepat di lokasi pengeboran sumur air yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah masyarakat setempat,” ujar AKP Bambang.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, munculnya semburan material lumpur dan gas dari lubang sumur bor tersebut memicu kobaran api yang sangat besar. Ketinggian semburan api dilaporkan sempat mencapai \pm 75 meter. Diduga kuat, mata bor mengenai pipa gas lama di dalam tanah yang menjadi sumber awal terjadinya semburan.

​Penanganan dan Kondisi Terkini

​Mendapat laporan warga, Polres Aceh Utara langsung bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak Humas PT Pema Global Energi (PGE). Tidak berselang lama, armada pemadam kebakaran dari PT PGE dan Pemda Aceh Utara dikerahkan ke lokasi. Namun, setibanya tim di TKP, semburan dan kobaran api terpantau sudah padam secara alami.

​”Melihat kondisi ini, pihak Kepolisian langsung melakukan pemasangan garis pembatas (police line) dan pengamanan di TKP. Kami juga memberikan imbauan tegas kepada masyarakat setempat untuk tidak mendekati lokasi kejadian demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Kasi Humas.

​Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kendati demikian, dilaporkan ada dua unit rumah warga yang berada di sekitar lokasi mengalami dampak ringan akibat terkena semburan lumpur.

​Hingga saat ini, pihak Kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan pengamanan, monitoring ketat, serta sterilisasi area. Pihak PT PGE juga tengah melakukan pemeriksaan intensif terkait kandungan gas di sekitar lokasi. Sementara itu, polisi juga mulai memverifikasi beberapa warga yang memilih untuk melakukan pengungsian mandiri demi keselamatan mereka.

Related Posts

Satu Dekade Pergerakan Indonesia Maju 3K: Kemanusiaan, Kemajemukan, dan Kebersamaan

KN-Jakarta, 22 Mei 2026 — Suasana hangat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti ballroom Hotel Ambhara, Blok M, Jakarta Selatan, saat seratusan tokoh nasional, aktivis, akademisi, budayawan, dan unsur masyarakat menghadiri…

DJKI Catat 1.004 Rekomendasi Penutupan Situs Bajakan

KN-Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau DJKI Kementerian Hukum terus memperkuat upaya perlindungan kekayaan intelektual (KI) di ruang digital melalui mekanisme rekomendasi penutupan akses terhadap situs yang diduga melanggar.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *