Stramed, Litbang Kompas menggelar survei terkait perpecahan partai politik. Mayoritas responden menilai perpecahan partai politik berdampak buruk pada citra parpol tersebut.
Jajak pendapat dilakukan melalui telepon pada 518 responden pada 16-18 Maret 2021. Responden dipilih secara acak sederhana. Tingkat kepercayaan survei 95% dengan margin of error 4,31%.
Mayoritas responden menilai konflik internal akan berpengaruh ke citra parpol. Sementara itu, sebanyak 27% responden memilih untuk mengalihkan dukungan ke parpol lain apabila parpol pilihannya mengalami perpecahan.
Menurut responden, pemicu utama perpecahan di internal partai politik mayoritas akibat perebuta kursi kepemimpinan. Sebanyak 63,6% responden juga berpendapat seharusnya kisruh parpol diselesaikan di mahkamah internal parpol, bukan dibawa ke pengadilan.
Responden ditanya pula soal peran pemerintah dalam kisruh parpol. Sekitar 50% responden berpendapat pemerintah perlu campur tangan menyelesaikan konflik parpol.
Apakah perpecahan parpol akan berpengaruh buruk pada citra parpol?Berikut hasil selengkapnya:
Sangat berpengaruh: 24,4%
Berpengaruh: 54,1%
Tidak berpengaruh: 11,1%
Sangat tidak berpengaruh: 0,2%
Tidak tahu: 10,2%
Jika parpol pilihan Anda dilanda konflik internal, apakah Anda tetap memilih parpol tersebut?
Akan beralih ke partai lain: 27%
Tetap memilih partai tersebut: 32,7%
Tidak lagi memilih partai mana pun: 26,1%
Tergantung figur: 0,7%
Tidak tahu: 13,5%
Apa yang biasanya menjadi pemicu utama perpecahan di internal parpol?
Perebutan kursi kepemimpinan: 42,9%
Rebutan akses ekonomi/duit/anggaran: 15,8%
Krisis kepemimpinan terhadap ketua umum: 9,6%
Adanya perbedan visi misi antarkader: 8,6%
Kondisi elektoral partai yang merosot: 5,5%
Komunikasi yang kurang baik: 0,1%
Tidak tahu: 11,2%
Kisruh/perpecahan parpol seharusnya diselesaikan di internal (mahkamah partai) atau dibawa ke negara (pengadilan)?
Diselesaikan di mahkamah internal parpol: 63,6%
Dibawa ke pengadilan: 25%
Tidak tahu: 11,4%
Menurut Anda, perlu atau tidakkah campur tangan pemerintah dalam penyelesaian kisruh internal parpol?
Sangat perlu: 9,5%
Perlu: 43,8%
Tidak perlu: 31,7%
Sangat tidak perlu: 3%
Tidak tahu: 12%
(Detik)








