Tafsir Al Qur’an

KN. Diriwayatkan dari ‘Aisyah, dia berkata, “Suatu ketika, Saudah (salah seorang istri Nabi) keluar untuk membuang hajat, saat itu telah turun perintah menggunakan kerudung untuk kaum perempuan. Dia bertubuh gemuk sehingga mudah untuk dikenali. Umar bin Khaththab melihatnya, lalu berkata, ‘Wahai Saudah, demi Allah, engkau tidak dapat menyembunyikan diri dari kami. Sebaiknya engkau pikirkan bagaimana agar engkau tidak dikenali oleh kami'”. Maka Saudah pun pulang, sedangkan Rasulullah SAW. sedang makan malam di rumahku, bahkan tangannya masih menggenggam daging. Dia masuk seraya berkata, “Wahai Rasulullah, aku pergi keluar untuk buang hajat. Umar menemukanku dan berkata begini dan begitu”. Maka Allah menurunkan wahyu kepada beliau. Setelah selesai, tangan beliau masih menggenggam daging seolah tidak akan dilepaskannya, lalu bersabda, _“Engkau diizinkan keluar untuk menunaikan keperluanmu”._

Diriwayatkan dari ‘Aisyah, dia berkata, “Aflah, saudara laki-laki Abdul Qu’ais meminta izin untuk mengunjungiku setelah turun perintah hijab. Aku berkata kepadanya, ‘Aku tidak bisa memberi izin hingga aku bertanya terlebih dahulu kepada Rasulullah SAW. karena Abdul Qu’ais bukan yang menyusuiku tetapi istri Abdul Qu’aislah yang menyusuiku’. Rasulullah masuk dan aku berkata kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, Aflah putra saudara Abdul Qu’ais meminta izin untuk menemuiku, tetapi aku menolaknya, kecuali jika engkau memberi izin’. Rasulullah bertanya, ‘Apa yang menjadi alasanmu sehingga tidak memberinya izin ? Dia masih pamanmu’. ‘Aisyah berkata, ‘Yang menyusuiku adalah istri Abdul Qu’ais bukan Abdul Qu’ais’. Rasulullah bersabda, _“Dia masih pamanmu, izinkanl_

Diriwayatkan dari Ka’ab Bin ‘Ujrah, dia berkata, “Dikatakan kepada Rasulullah SAW., ‘Wahai Rasulullah, kami tahu cara mengucapkan salam kepada engkau, bagaimana cara kami mengucapkan shalawat kepada engkau?’ Rasulullah bersabda, _‘Ucapkanlah : Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala aali Muhammad kamaa shallaita ‘ala ali Ibrahim, innaka hamiidum majiid. Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kamaa barakta ‘ala ali Ibrahim innaka hamiidum majiid’._ (Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau melimpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia)'”.

Tentang Firman Allah : _“Sedungguhnya Allah dan malaikat-malaikatnya bershalawat untuk Nabi….”._ (QS. al-Ahzab : 56).

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri, dia berkata : Kami berkata kepada Rasulullah SAW., “Wahai Rasulullah, kami tahu bagaimana mengucapkan salam, tetapi bagaimana caranya kami mengucapkan shalawat?” Rasulullah bersabda, _“Ucapkanlah : Allahumma shalli ‘ala Muhammad ‘abdikaw wa rusuulika. Kamma shallaita ‘ala ali Ibrahim wa baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kamaa baarakta ‘ala ali Ibrahim”._

Diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, _“Sesungguhnya Nabi Musa adalah seorang yang pemalu”._ Itulah yang dimaksud dengan firman Allah : _“Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan”._ (QS. Al-Ahzab : 69).

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Suatu ketika Rasulullah SAW. naik ke bukit Shafa’ dan berseru, _Ya Shabahah’._ Maka orang-orang Quraisy berkumpul di hadapan beliau seraya bertanya, ‘Apa yang terjadi ?’ Rasulullah bersabda, _‘Bagaimana pendapat kalian, jika aku katakan bahwa di balik gunung ini ada pasukan musuh yang siap menyerang kalian baik pagi hari maupun sore hari. Apakah kalian akan mempercayaiku ?’_ Mereka berkata, ‘Ya, kami mempercayai mu’. Kemudian Rasulullah bersabda, _‘Sesungguhnya aku adalah orang yang ditunjuk untuk memberikan peringatan kepada kalian sebelum datangnya siksa yang sangat pedih’._ Mendengar hal itu Abu Lahab angkat bicara, ‘Celakalah engkau wahai Muhammad, apakah hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami ?’ Maka Allah …

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa sejumlah orang kafir yang telah banyak membunuh dan berbuat zina menemui Rasulullah SAW., mereka berkata, “Wahai Muhammad, apa yang engkau serukan kepada kami sungguh adalah sesuatu yang terbaik, seandainya saja engkau dapat memberitahukan kepada kami kifarat yang dapat menebus dosa-dosa kami di masa lampau”. Maka turunlah ayat : _“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain selain Allah dan membunuh jiwa yang tidak diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya)”._ (QS. al-Furqon : 68) dan turun juga ayat : _“Hai hamba-hamba-Ku yang melampui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah”._ (QS. az-Zumar : 53).

  • Related Posts

    Tafsir Al Qur’an

    KN. Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa pada hari kiamat orang-orang akan berlutut dan setiap umat akan mengikuti Nabinya masing-masing. Mereka akan berkata, “Wahai Fulan, mohonkanlah ampunan Tuhanmu untuk kami. Hingga…

    IKATAN ITU BERNAMA MITSAQAN GHALIDZAN

    Ust. Ahmad Ridwan Rahmat Pernikahan bukan sekadar dua nama yang disatukan dalam satu undangan, tetapi dua jiwa yang dipertemukan dalam takdir langit. Ia datang bukan hanya sebagai peristiwa, melainkan sebagai…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *