KN-JAKARTA, Puluhan massa yang tergabung dalam LSM Ksatria Muda menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK RI, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada Rabu siang (25/2/2026). Aksi yang berlangsung mulai pukul 14.20 WIB ini menyoroti buruknya kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Tangerang.
Soroti Anggaran Triliunan dan Jalan Rusak
Dipimpin oleh koordinator aksi, Adi Haryanto, massa datang membawa sejumlah spanduk. Mereka mempertanyakan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang yang mencapai angka triliunan rupiah, namun tidak tercermin pada kualitas jalan di lapangan.
Beberapa poin tuntutan yang tertera pada spanduk massa antara lain:
Mendesak audit segera terhadap pembangunan jalan di Kabupaten Tangerang.
Meminta KPK memanggil dan memeriksa Bupati Tangerang serta pejabat terkait untuk klarifikasi terbuka.
Menegaskan bahwa warga Kabupaten Tangerang taat pajak namun mendapatkan fasilitas jalan yang tidak layak dan membahayakan.
Dugaan Praktik Korupsi Infrastruktur
Dalam orasinya, massa menyampaikan bahwa aksi ini didasari oleh keresahan masyarakat atas banyaknya jalan berlubang yang kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Ia menduga adanya praktik korupsi dalam pengelolaan anggaran infrastruktur selama beberapa tahun terakhir.
“Kami meminta KPK mengusut tuntas kinerja Pemkab Tangerang dalam realisasi anggaran pembangunan kurun waktu 3 sampai 5 tahun ke belakang. KPK harus turun langsung mengaudit spesifikasi teknis, nilai kontrak, hingga kualitas fisik pekerjaan di lapangan,” tegas orator.
Harapan pada Penegak Hukum
Massa aksi berharap lembaga antirasuah tersebut bertindak tegas tanpa pandang bulu dalam mengusut dugaan korupsi yang sangat merugikan masyarakat luas. Pihak LSM Ksatria Muda menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada tindakan nyata dari pihak berwenang.







