JOKOWI: MULAI TAHUN DEPAN ISTANA NEGARA DIBANGUN DI PAPUA

Foto: Presiden Joko Widodo, sumber foto: Pinter Politik

Oleh : Tuhombowo Wau

Stramed,  Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh dari Papua dan Papua Barat, di Istana Negara, Jakarta. Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Kepala Badan Intelijen (BIN) Budi Gunawan, Menko Polhukam Wiranto, Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Sedangkan tokoh-tokoh dari Papua dan Papua Barat sebanyak 61 orang, yang terdiri dari perwakilan elemen masyarakat, yaitu tokoh adat, gereja, organisasi, akademisi, mahasiswa, wanita dan pemuda.

Pertemuan eksklusif tersebut merupakan tindak lanjut dari janji Presiden Jokowi pada Agustus lalu menyangkut penanganan konflik mahasiswa asal Papua di Surabaya, sekaligus membahas percepatan pembangunan di wilayah Papua dan Papua Barat.

Presiden Jokowi mengikat beberapa janji kepada para tokoh Papua, antara lain; pada Oktober ini akan mengunjungi Papua, meminta aparat menyelesaikan konflik yang terjadi di Surabaya secara adil dan terbuka, dan akan membentuk Badan Nasional untuk Urusan Papua dalam waktu dekat. Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa perhatian pemerintah tidak pernah berhenti kepada wilayah dan masyarakat Papua, melainkan makin ditingkatkan lagi ke depan.

Penambahan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) akan menjadi fokus utama negara membangun Papua. Terkait soal SDM, Presiden Jokowi berjanji akan ‘memaksa’ perusahaan BUMN untuk mempekerjakan mahasiswa-mahasiswi Papua yang sudah lulus sebagai karyawan.
Prioritas penerimaan CPNS yang selama ini hanya berlaku di wilayah Papua, Presiden berjanji akan memperluasnya ke provinsi-provinsi lain. Artinya CPNS asal Papua nantinya bisa diterima tanpa tes di wilayah lain di Indonesia. Dan janji lain Presiden Jokowi yang tidak kalah penting adalah, beliau menyampaikan mulai tahun depan atau 2020 istanan negara akan dibangun di Papua.

Tujuannya agar beliau lebih sering ke Papua karena punya istana atau kantor di sana.

Para tokoh yang hadir pun menyambut gembira, dan mereka berjanji akan menyediakan tanah yang strategis dan bagus untuk lahan istana negara, pemerintah tidak perlu membayar. Luar biasa, bukan? Masih ada yang menyebut Papua dan sekitarnya diabaikan pemerintah? Semoga wilayah Papua dan Papua Barat makin maju, serta warga yang ada di sana tambah sejahtera.

*) Pemerhati Papua

Disclaimer: Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

Related Posts

PEMBALAKAN LIAR/ILLEGAL LOGGING, PENAMBANGAN LIAR, PERUSAK LINGKUNGAN DSB YANG SEJENIS (TANPA AMDAL) ADALAH DAPAT DIMASUKAN/DIKATAGORIKAN GOLONGAN PELANGGARAN HAM BERAT/ GENUSIDA KARENA UJUNG2NYA MENGAKIBATKAN KEMATIAN ORANG BANYAK, OLEH KARENA ITU HUKUMANNYA = HUKUMAN MATI

Mari kita bedah dengan jernih secara hukum. Tujuan SAYA SBP melindungi nyawa rakyat, tapi secara hukum pidana, usulan ini akan mentok di 3 tembok besar : 1. Definisi HAM Berat…

Pemkab Pemalang dan KPK Gelar Sosialisasi Antikorupsi, Sekda Soroti Nilai SPI

KN-PEMALANG — Pemerintah Kabupaten Pemalang bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menyelenggarakan webinar sosialisasi antikorupsi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pemalang pada Rabu, 23 September…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *