KN. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka opsi mendukung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta. Awalnya PKS telah deklarasi mendukung Anies Baswedan-Sohibul Iman.
Namun, PKS kini berpotensi balik badan meninggalkan Anies Baswedan. Sebab, Anies dianggap gagal mencari rekan koalisi untuk berlayar.
Juru Bicara PKS M Kholid mengatakan, Anies tak bisa memenuhi persyaratan untuk mencari tambahan kursi agar bisa berlayar di Pilkada Jakarta.
Tak hanya itu, Kholid mengatakan, PKS juga memproritaskan agar kadernya bisa maju di Pilkada Jakarta. Sehingga PKS memasangkan Anies dengan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Sohibul Iman.
Kholid mengaku, sebenarnya PKS berharap agar pasangan Anies-Sohibul bisa berlayar di Pilkada. Terlebih Presiden PKS Ahmad Syaikhu pun sudah turun gunung.
Namun, hingga kini dukungan untuk Anies-Sohibul belum dapat terwujud. Sehingga PKS membuka opsi berkomunikasi dengan KIM dan mengusung Ridwan Kamil.
Diketahui, awalnya, Anies mendapatkan dukungan dari PKS, NasDem dan PKB. Namun, dengan beberapa catatan. PKS mau mendukung asal Anies berpasangan dengan Sohibul Iman. NasDem mendukung namun hingga kini SK dukungan DPP belum juga keluar.
Warga Jakarta bakal mendatangi kantor DPP Nasdem dan DPP PKB pekan depan demi meyakinkan partai untuk tetap mendukung Anies Baswedan sebagai bakal calon gubernur Jakarta dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Para warga Jakarta itu bakal mendatangi kantor DPP Nasdem dan DPP PKB usai menyampaikan aspirasi yang sama di kantor DPP PKS, pagi ini.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, puluhan warga sudah di depan Kantor DPP PKS di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Musa, perwakilan warga sekaligus koordinator massa menyampaikan kunjungan ke kantor DPP PKS, Nasdem, dan PKB sebagai bentuk aspirasi serta apresiasi untuk partai pendukung Anies.
Namun, Musa menegaskan bahwa penyampaian aspirasi bakal dilakukan secara kekeluargaan. Artinya, tidak dengan demonstrasi besar.
Di sisi lain, ia optimis PKS tidak akan mundur untuk mendukung Anies. Apalagi, PKS mendapat kursi terbanyak di Jakarta dalam Pemilu Legislatif lalu.
PKS sebelumnya telah mengumumkan bakal mengusung Anies-Sohibul Iman di Pilkada Jakarta 2024 mendatang.
Namun, belakangan PKS justru mengatakan kemungkinan Anies-Sohibul itu akan gagal berlayar. Juru Bicara sekaligus Wakil Sekjen DPP PKS Zainudin Paru mengatakan Anies tak berhasil mencari rekan koalisi untuk menambahkan kekurangan empat kursi DPRD Jakarta.
Menurutnya PKS telah memberi waktu 40 hari bagi Anies. Namun, Anies dinilai tak mampu menarik dukungan dari partai lain.
Selain PKS, Nasdem juga semula menjadi partai yang telah menyatakan dukungan ke Anies. Belakangan, NasDem mulai bersikap pasif.
Parpol lain yang sempat menyatakan ketertarikan pada Anies adalah PKB. Namun belakangan partai yang mengusung Anies di Pilpres lalu bersama Ketumnya, Muhaimin Iskandar ini, juga cenderung merapat ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang bakal menjagokan Ridwan Kamil.
Anies sendiri mengatakan akan menghormati keputusan setiap partai terkait pencalonan dirinya di Pilgub DKI Jakarta 2024.
Pernyataan itu khususnya disampaikan Anies merespons peluang PKS mencabut dukungan dan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM). Menurut Anies dia bakal menghormati keputusan yang akan datang sebagaimana ia menghormati keputusan sebelumnya.

Seorang warga di Cipayung, Jakarta Timur menyatakan, kalau Ridwan Kamil dipasangkan dengan Jusuf Hamka maka dirinya akan memilih Paslon ini dibandingkan dipasangkan dengan Kaesang Pangarep yang dinilainya masih belum cukup pengalamannya.







