KN. Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Andry Asmoro melaporkan tingkat tabungan kelompok bawah dan atas dalam tren yang melambat pada periode Ramadan 2025.
Dalam laporan Mandiri Institute per 6 April 2025, tingkat tabungan kelompok bawah terus melambat dan berada pada level terendah pada Ramadan 2025. Hal ini dinilai menunjukkan daya beli yang makin tergerus.
Sebagai gambaran, indeks tingkat tabungan kelompok bawah berada pada level 79,8 pada Maret 2025, turun dari 84,4 pada Maret 2024.
Pada periode yang sama, indeks tingkat tabungan kelas menengah berada pada level 101,8 pada Maret 2025. Angka ini relatif stagnan dibandingkan 101,1 pada Maret 2024. Hal ini dinilai mengindikasikan perilaku menahan belanja.
Di sisi lain, tingkat tabungan kelompok atas dalam tren melambat. Sebagai gambaran, indeks tabungan kelompok ini berada pada level 93,3 pada Maret 2025. Angka ini turun dibandingkan dengan 97,4 pada Maret 2024. Hal ini mengindikasikan belanja saat ini lebih banyak dilakukan oleh kelompok ini.

Dalam laporan yang sama, Asmoro memaparkan belanja Ramadan 2025 mencapai puncaknya pada minggu ke-4, kemudian melambat pada libur Idulfitri. Hal ini berbeda dari pola pada tahun-tahun sebelumnya, di mana puncak belanja terjadi pada periode libur Idulfitri.
Secara keseluruhan, pertumbuhan belanja di Ramadan dan libur Idulfitri 2025 terhadap belanja di sebelum Ramadan adalah 11,2%. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni 12,1%.
Adapun, pengaruh tunjangan hari raya (THR) terhadap belanja Ramadan makin tinggi. Belanja di Ramadan 2025 baru meningkat signifikan sejak minggu ke-3, melebihi kenaikan pada 2024. Hal ini dapat dilihat sebagai ketergantungan terhadap THR untuk mendukung konsumsi Ramadan makin tinggi. THR umumnya dibayarkan sejak minggu ke-3.
Di sisi lain, masyarakat menggunakan tambahan dana THR untuk membayar biaya pendidikan. Hal ini dapat dipahami sebagai upaya memastikan terpenuhinya kebutuhan primer di depan pada saat ini.








