Deforestrasi naik 66% selama tahun 2025

KN-JAKARTA, Auriga Nusantara, lembaga advokasi lingkungan, mencatat lonjakan deforestasi pada 2025 hingga 433.751 hektare, naik 66 persen dibanding deforestasi 2024. Stadi 2025 merupakan hasil kombinasi pemodelan spasial pada citra satelit Sentinel 2 resolusi 10 meter, inspeksi visual, serta verifikasi lapangan. Deteksi areanya dikembangkan dari isyarat deforestasi (deforestation alert) bulanan yang dihasilkan oleh Universitas Maryland, yang diproses sedemikian rupa sehingga mencakup area yang jauh lebih luas guna menepis adanya area-area deforestasi yang terlewat. Peta-peta tutupan hutan alam dijadikan sebagai referensi adalah MapBiomas Indonesia, Kementerian Kehutanan, European Commission’s Joint Research Centre, dan Google’s Forest Persistence. Kata Dedi, Auriga mengunjungi 38 desa atau lokasi deforestasi yang terdapat di 28 kabupaten pada 16 provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Papua.

Kalimantan menjadi pulau dengan deforestasi terluas. Kalimantan Tengah, misalnya, tercatat membubuhkan data deforestasi seluas 56.900 hektare, naik dibanding data pada 2024 yang sebesar 33.389 ha. Dengan luas ini, Kalimantan Tengah tercatat dalam data Auriga sebagai provinsi dengan deforestasi terbesar pada 2025.

Menurut Direktur Data dan Informasi Auriga Nusantara Dedi P. Sukmara, rata-rata deforestasi bulanan Indonesia pada 2025 seluas 36.146 hektare. Periode tinggi terjadi pada rentang April-Oktober dan puncaknya pada Mei 2025. Deforestasi terjadi di semua provinsi, kecuali Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiga provinsi di Sumatera, yang dilanda banjir besar dan tanah longsor pada November 2025 ada dalam daftar 10 provinsi dengan deforestasi terluas, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Januari 2026, bencana itu menyebabkan lebih dari 1.000 jiwa meninggal dan 100 ribu orang mengungsi.

Dalam data Auriga, ketiga provinsi itu mencatat peningkatan deforestasi dibanding pada tahun sebelumnya. Aceh mengalami deforestasi seluas 38.157 hektare pada 2025, naik dari 2024 yang seluas 8.962 hektare, serta Sumatera Barat seluas 26.940 hektare, naik dari 2.606 hektare pada 2024. Sedangkan Sumatera Utara seluas 20.512 heltare, naik dari 7.303 hektare pada 2024.

Data yang dirilis Auriga ini memperkuat dugaan organisasi lingkungan, seperti Auriga, Walhi, dan Greenpeace, serta organisasi keagamaan soal peran besar deforestasi sebagai penyebab banjir dan tanah longsor di Sumatera tahun lalu. Deforestasi di pulau ini berupa pembukaan hutan hingga alih fungsi menjadi perkebunan sawit Adapun kebun sawit tidak banyak menyerap air hujan karena struktur anatomi yang berbeda dengan pohon lain. Sawit menyerap 20-30 liter air per hari, sedangkan pohon lain bisa menyerap 100-200 liter air per hari.

Dilihat dari status penguasaan lahan, sebanyak 307.801 hektare (71 persen) deforestasi terjadi di kawasan hutan yang dikelola Kementerian Kehutanan dan 125.890 hektare terjadi di area penggunaan lain (APL) yang dikelola pemerintah daerah atau pemilik lahan atau konsesi. Program ketahanan pangan pemerintahan Prabowo-Gibran yang mengalokasikan 20,6 juta hektare kawasan hutan untuk cadangan pangan, energi, dan air. Seluas 78.213 hektare deforestasi terjadi di area pencadangan ini, atau 18 persen deforestasi nasional.

Sementara, berdasarkan data sementara Kementerian Kehutanan, deforestasi hingga September 2025 seluas 166.450 hektare.

  • Related Posts

    Hutama Karya Pantau Trafik Jalan Tol Trans Sumatera Selama Libur Panjang

    KN-SUMATRA – PT Hutama Karya (Persero) terus memastikan kesiapan layanan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila.…

    SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

    KN-JAKARTA, Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) saat ini tengah memperjuangkan kesejahteraan dosen di Mahkamah Konstitusi (MK) melalui uji materi Undang-Undang Guru dan Dosen. ADI mendesak MK menetapkan aturan agar gaji pokok…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *