KN-Dogiyai, Ketua Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua Frits Ramandey mengatakan,Komisi Nasional Hak Asasi Manusia tengah menyelidiki tragedi pembunuhan terhadap lima warga sipil dan seorang polisi di Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah. Informasi sementara yang sampai ke Komnas HAM adalah pembunuhan warga sipil itu dipicu oleh kematian seorang anggota kepolisian di Moanemani bernama Juventus Edowai. Frits dan tim khusus Komnas HAM Papua akan pergi ke lapangan menggali kronologi insiden tersebut, termasuk jumlah korban jiwa serta kerugian harta benda warga sipil. Sementara, Polda Papua Tengah sudah mengirim 80 personel Brigade Mobil dan penyidik akan melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengidentifikasi korban.
Adapun Markas Besar Kepolisian RI mengirim 148 personel gabungan ke Dogiyai. Mereka terdiri atas 100 personel Brimob, 10 orang dari Badan Intelijen dan Keamanan, serta 20 orang dari tim Badan Reserse Kriminal seperti disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko
Insiden berdarah di Moanemani berawal dari kematian Brigadir Polisi Dua Joventus Edowai yang mayatnya ditemukan di parit Gereja Ebenezer pada pukul 09.10 WIT, Selasa, 31 Maret 2026. Joventus dibunuh oleh orang tidak dikenal.
Selanjutnya, rekan Joventus di Kepolisian Resor Kota Dogiyai pergi ke lapangan guna mencari tahu pelaku pembunuhan tersebut. Polisi menyisir dan menyerang warga sipil di sekitar lokasi kejadian serta beberapa tempat lain di Moanemani. Insiden yang diduga aksi balas dendam polisi itu mengakibatkan lima warga sipil meninggal akibat luka tembak.
Sebelumnya, kelompok OPM menembak mati pilot dan kopilot pesawat Smart Air setelah pesawat mendarat di Lapangan Terbang Karowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada 11 Februari 2026. Milisi OPM juga menyerang pos militer TNI di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada 22 Maret 2026.
Komisi Nasional HAM Wilayah Papua mencatat 115 kasus kekerasan terjadi sepanjang 2025 yang mengakibatkan 130 orang meninggal dan 88 orang terluka. Jumlah korban meninggal didominasi oleh warga sipil, yaitu 75 orang. Sisanya adalah aparat keamanan dan milisi TPNPB-OPM.
Foto: Ketua Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua Frits Ramandey, sumber foto: Mediahub.Polri.go.id







