KN-JAKARTA – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melakukan serangkaian agenda silaturahmi dan koordinasi strategis dengan sejumlah pejabat Pemerintah Pusat di Jakarta pada Kamis (21/5/2026). Langkah maraton ini diambil guna memperkuat sinergi pembangunan, mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah, serta mempercepat pemulihan dan rehabilitasi wilayah terdampak bencana di Serambi Mekah.
Dalam satu hari, Wagub Aceh menghadiri tiga agenda krusial secara berturut-turut untuk membawa aspirasi masyarakat Aceh ke tingkat pusat.
Pertemuan dengan Mendagri: Akselerasi Rehabilitasi Pasca-Bencana
Memulai agendanya pada pukul 11.00 WIB, Wakil Gubernur Aceh melakukan silaturahmi dengan Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Pemulihan & Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) di Kantor Kemendagri, Jakarta.
Pertemuan ini fokus membahas langkah-langkah taktis percepatan pemulihan dan rekonstruksi, serta dukungan penuh Pemerintah Pusat terhadap pembangunan di daerah terdampak bencana di Aceh.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses pemulihan dan rehabilitasi dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, koordinasi dengan Pemerintah Pusat terus kami perkuat,” ujar Fadhlullah.
Beliau menambahkan bahwa Pemerintah Aceh berkomitmen membangun komunikasi aktif agar seluruh proses pemulihan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Koordinasi Fiskal dengan Dirjen Bina Keuangan Daerah
Pada pukul 13.00 WIB, Fadhlullah melanjutkan diplomasinya dengan menemui Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, DR. Drs. Agus Fatoni, M.Si.
Pertemuan kedua ini membedah berbagai aspek strategis demi masa depan ekonomi Aceh, antara lain:
Penguatan kapasitas fiskal daerah.
Optimalisasi tata kelola keuangan daerah.
Peningkatan pendapatan asli daerah.
Sinkronisasi program pembangunan antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.
Fadhlullah menilai koordinasi intensif ini adalah kunci agar pelayanan publik tetap berjalan prima di tengah tantangan pembangunan daerah saat ini. “Kami berharap hubungan baik ini terus diperkuat, sehingga Aceh memperoleh dukungan maksimal dalam menjalankan agenda pembangunan,” cetusnya.
Rapat Bersama Satgas PRR: Fokus Pemulihan Nagan Raya
Menutup rangkaian agenda pada pukul 15.00 WIB, Wagub Aceh—yang kali ini didampingi oleh Bupati Nagan Raya dan Ketua DPRK Nagan Raya—menghadiri rapat koordinasi di Posko Nasional PRR, Jakarta.
Rapat tersebut dipimpin oleh Staf Khusus Mendagri RI Bidang Keamanan & Hukum, Brigjen. Pol. Wahyu Bintono Hari Bawono, S.I.K, S.H, M.H, beserta jajaran Satgas PRR.
Poin Utama Pembahasan Rapat:
Percepatan Pemulihan: Fokus penanganan infrastruktur dan pemulihan sosial ekonomi di Aceh, termasuk Kabupaten Nagan Raya.
Dukungan Lintas Sektor: Menggalang komitmen lintas kementerian dan lembaga untuk penanganan dampak pascabencana.
Fadhlullah menegaskan bahwa sinergi tiga pilar—Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, dan Pemerintah Pusat—adalah harga mati untuk mempercepat pembangunan kembali wilayah terdampak.
“Pemerintah Aceh berkomitmen mengawal proses pemulihan dan rehabilitasi agar berjalan cepat dan tepat sasaran. Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat melalui Satgas PRR. Kami berharap seluruh langkah yang disiapkan segera terealisasi agar roda perekonomian warga pulih lebih cepat,” pungkas Fadhlullah.








