KN-JAKARTA — Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menggelar konferensi pers usai menerima audiensi dari aliansi elemen mahasiswa di Depan Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2025) malam. Dalam pertemuan tersebut, DPR berkomitmen menyalurkan aspirasi mahasiswa ke pemerintah terkait stabilitas ekonomi, kelangkaan BBM, hingga penegakan hukum.
Hadir dalam konferensi pers tersebut Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco (Fraksi Gerindra) dan Saan Mustopa (Fraksi Nasdem), didampingi oleh perwakilan mahasiswa.
Jembatani Mahasiswa dan Eksekutif
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco menyatakan bahwa jajaran pimpinan DPR dan komisi terkait telah menerima dokumen aspirasi dari berbagai kampus. Ia menegaskan, DPR menyambut baik dialog ini dan akan mengawal fungsi pengawasan terhadap poin-poin yang disampaikan.
“Kami telah melakukan komunikasi dan berinteraksi dengan seluruh perwakilan mahasiswa dengan baik. Namun karena keterbatasan waktu, ke depan kami akan lebih banyak berkomunikasi dengan teman-teman mahasiswa,” ujar Dasco di hadapan media.
Soroti Efek Domino Kelangkaan BBM Subsidi
Perwakilan mahasiswa dari Universitas Trisakti, Denny Wibowo, mengapresiasi ruang dialog yang dibuka oleh DPR. Kendati beberapa tuntutan langsung direspons oleh pihak eksekutif melalui sambungan telepon saat audiensi, mahasiswa menegaskan masih banyak “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan, terutama kelangkaan BBM bersubsidi.

“Persoalan kelangkaan BBM subsidi ini memiliki efek domino terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Harapan kami kepada DPR agar menjadi penyambung lidah kami kepada pemerintah, bahwa persoalan kebutuhan pokok jangan dianggap sepele,” tegas Denny. Ia menambahkan bahwa gerakan mahasiswa akan terus bergulir jika komitmen stabilitas ekonomi tidak segera diwujudkan.
Komitmen Menteri ESDM, Kepala Badan Gizi, dan Kasus Hukum Mahasiswa
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa membeberkan sejumlah langkah konkret yang langsung diambil di ruang rapat. DPR langsung menghubungkan mahasiswa dengan beberapa pejabat tinggi negara secara interaktif untuk menjawab tuntutan:
Program Makan Bergizi Gratis (MBG): DPR berkomunikasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional, Ibu Nanik. Dijelaskan adanya efisiensi anggaran sekitar Rp70 triliun hasil evaluasi program yang dinilai kurang efisien.
Kelangkaan BBM: Merespons kelangkaan BBM subsidi dan kenaikan Pertamax, pimpinan DPR langsung menghubungi Menteri ESDM. Menanggapi temuan mahasiswa, Menteri ESDM berkomitmen segera memenuhi pasokan BBM bersubsidi yang langka di lapangan.
Kasus Hukum Aktivis: Terkait adanya 16 mahasiswa yang menyandang status tersangka tanpa kejelasan hukum, serta 2 mahasiswa yang sempat diamankan saat hendak menuju gedung DPR, politisi Gerindra Habiburokhman disebut telah melakukan komunikasi langsung dengan pihak kepolisian. Dua mahasiswa yang ditahan diharapkan segera dibebaskan malam ini.
“Pada akhirnya, semua pihak berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional. Stabilitas ini sangat penting karena berdampak langsung terhadap masyarakat luas,” pungkas Saan.
Area kompleks parlemen Senayan dilaporkan berada dalam situasi yang aman dan kondusif.






