KN-BANDA ACEH – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi menjadikan komoditas nilam Aceh sebagai proyek (project) percontohan hilirisasi UMKM di Indonesia. Langkah strategis ini ditandai dengan peluncuran Role Model Holding UMKM Aceh melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) lintas sektor di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Rabu (8/7/2026).
Kerja sama besar ini melibatkan PT Razma Agro Jayana, Kementerian UMKM, Bank Syariah Indonesia (BSI), Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, dan Universitas Samudra Langsa. Melalui kolaborasi ini, nilam Aceh diharapkan dapat direplikasi sebagai model holding bagi komoditas-komoditas unggulan lainnya di tanah air.

Komoditas Ekspor dengan Kualitas Terbaik di Dunia
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rahmat, mengungkapkan bahwa nilam Aceh bukan sekadar komoditas lokal, melainkan pemain utama di pasar ekspor global.
-
- Kualitas Premium: Nilam Aceh memiliki kandungan Patchouli Alcohol (PA) alami terbaik di dunia yang melebihi standar nasional daerah lain.
- Kuasai Pasar Global: Komoditas ini menyuplai hingga 90 persen dari total kebutuhan minyak nilam di seluruh dunia.
”Kami membantu standardisasi agar memenuhi International Organization for Standardization (ISO) serta membuka aksesnya guna dipasarkan demi memenuhi permintaan global,” tambah Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Menengah Kementerian UMKM, Metty Kusmayantie.
Untuk mendukung keberlanjutan ekosistem ini, Kementerian UMKM akan memfasilitasi pembiayaan modal bagi para petani melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Klaster.
Digitalisasi Lahan Melalui Sistem Razma D-Clone
Direktur PT Razma Agro Jayana, Teungku Razuan, menjelaskan bahwa tata kelola dan pemetaan lahan nilam di Aceh kini sudah jauh lebih modern dan akurat. Menggunakan sistem digital Razma D-Clone, seluruh area perkebunan kini terdata secara transparan dalam peta poligon yang dapat dipantau oleh semua mitra, termasuk pihak perbankan dan akademisi.
Berdasarkan data terbaru sistem tersebut, ekosistem nilam Aceh mencakup:
-
-
- Total Petani Mitra: 1.500 petani yang tersebar di 49 titik kemitraan di 15 kabupaten/kota.
- Validasi Pinjaman: 372 petani di 7 kabupaten telah lolos asesmen awal untuk pengajuan modal ke BSI.
- Total Luas Lahan: Mencapai 1.375 hektare (ha).
-
”Kami menginginkan seremonial di akhir, artinya kami sudah bekerja duluan. Kalau tanda tangan di awal, khawatir tidak ada yang bekerja lagi nanti,” kelakar Teungku Razuan, menekankan bahwa PKS ini merupakan puncak dari kerja keras nyata yang telah dibangun setahun terakhir.
Dukungan Pembiayaan KUR Klaster Avalis dari BSI
Pihak perbankan memastikan pintu modal terbuka lebar bagi para petani yang dinilai layak. Kepala BSI Area Banda Aceh, Bambang Prasetya, menegaskan kesiapan BSI untuk menyalurkan pembiayaan dengan skema khusus demi menjaga keamanan perputaran modal usaha.
”Skema pembiayaan akan menggunakan KUR Klaster Avalis, yang memerlukan tindakan lebih lanjut dari perusahaan sebagai penjamin (avalis)-nya. BSI siap memberikan pelayanan KUR terbaik kepada para petani nilam,” pungkas Bambang.






