SAAT INI BULAN JUNI-JULI 2026  MUSIM FIFA PIALA DUNIA CUP…

KN-JAKARTA, SEPAK BOLA MERUPAKAN MINIATUR MANAJEMEN PEMERINTAHAN SUATU NEGARA YANG BAIK DAN BENAR YANG BERDASARKAN HUKUM (RECHSTAT BUKAN MACHSTAT) KARENA DISANA BILA TERJADI KEKERASAN NAMUN KASIH SAYANG, KECEPATAN NAMUN TETAP KETERATURAN, HUKUM BENAR2 DITEGAKAN, KESEJAHTERAAN DIPERHATIKAN, ATURAN ACUANNYA DAN KEPUTUSAN HAKIM BERLAKU DAN MENGIKAT  BAGI SEMUA ORANG TANPA PANDANG BULU DAN KONTINYU…MARI KITA BEDAH BERSAMA….SBP.
Ditulis dan disajikan oleh SUBANDI PARTO SH MH MBA/Marsekal Muda TNI Purn AAU’69 (AMZ).
​MARI KITA Bedah tentang analogi yang dalem banget antara Piala Dunia yang memang bukan cuma bola biasa namun itu adalah miniatur negara suatu negara dengan sistem pemerintahan bersifat NEGARA HUKUM..
​VONIS AKAL SEHAT : Lihatlah 22 orang di lapangan. Di situ ada hukum, strategi, kerja tim, dan keadilan. Kalau di negara bisa seperti di lapangan, maka bangsa ini akan juara.
​BEDAH BERSAMA : “SEPAK BOLA = MINIATUR PEMERINTAHAN YANG BAIK”:
​I. ADA KEKERASAN TAPI TETAP  ADA KASIH SAYANG :
​Di Lapangan : Tebel, slide tackle, adu badan. Tapi habis itu salaman, pelukan, angkat bareng kalau cedera.
​Di Negara : Kompetisi politik keras, adu program. Tapi setelah pemilu selesai, semua rukun demi rakyat. Lawan hari ini, kawan membangun besok.
Vonis : Keras boleh, benci jangan. Beda pilihan boleh, pecah bangsa jangan.
​II. ADA KECEPATAN TAPI TETAP ADA KETERATURAN :
​Di Lapangan : Counter attack 3 detik sampai gawang. Tapi semua punya posisi. Bek nggak maju semua. Ada formasi MISAL 4-3-3.
​Di Negara : Pemerintah harus cepat tanggap bencana, ekonomi. Tapi tetap lewat prosedur, anggaran, dan UU. Nggak bisa “main tabrak”.
Vonis. : Gesit tanpa aturan = chaos. Aturan tanpa gesit = negara ketinggalan.
​III. HUKUM BENAR-BENAR DITEGAKKAN & MENGIKAT :
​Di Lapangan : Wasit tiup peluit, kartu kuning, kartu merah, penalti. Bintang dunia kayak Messi atau Ronaldo kalau handball tetap kena. Nggak pandang bulu.
​Di Negara : Hukum harus begitu. Pejabat, rakyat, pengusaha. Salah = proses. Benar = dilindungi. Keputusan hakim final dan mengikat.
Vonis : Selama ada “pemain bintang kebal hukum”, negara nggak akan maju.
​IV. KESEJAHTERAAN PEMAIN DIPERHATIKAN :
​Di Lapangan : Ada dokter tim, fisioterapi, gaji, asuransi, kontrak jelas. Pemain fokus main karena perut dan keluarga aman.
​Di Negara : ASN, Guru, TNI-Polri, Petani. Kalau kesejahteraan dijamin, mereka kerja maksimal untuk “timnas” Indonesia.
Vonis : Jangan suruh rakyat “berjuang untuk negara” kalau negaranya nggak berjuang untuk rakyatnya.
​V. ATURAN ACUAN JELAS & KONTINYU :
​Di Lapangan : Laws of The Game FIFA. Berlaku 4 tahun, 10 tahun, 50 tahun. Ganti pelatih, ganti pemain, aturannya tetap sama.
​Di Negara : Konstitusi, UU, RPJMN. Jangan ganti menteri ganti kebijakan. Jangan ganti presiden ganti haluan negara.
Vonis : Negara kuat karena konsistensi, bukan karena populisme.
​ADA 3 PELAJARAN KOMANDO DARI PIALA DUNIA UNTUK PEMERINTAHAN :
​PELATIH = PEMIMPIN :
Tugasnya bukan yang cetak gol. Tugasnya bikin strategi, pilih pemain, dan tanggung jawab kalah-menang. Pemimpin yang bagus bikin timnya kelihatan hebat, bukan dirinya yang kelihatan hebat.
​VAR = KPK, MK, BPK :
Dulu wasit bisa salah. Sekarang ada VAR. Begitu juga negara. Perlu lembaga pengawas yang independen. Walaupun pahit, tapi demi keadilan.
​SUPORTER = RAKYAT :
Suporter boleh teriak, boleh kritik, boleh kecewa. Tapi kalau timnya menang, semua ikut bangga. Kalau kalah, tetap dukung di pertandingan berikut. Itulah nasionalisme.
​VI. KESIMPULAN :
Piala Dunia ngajarin kita :
Untuk menang, butuh 11 orang yang kompak, 1 wasit yang adil, dan 1 aturan yang sama untuk semua.
​Kalau pemerintahan kita bisa seperti itu, InsyaAllah Indonesia bisa “masuk 16 besar” dalam kompetisi bangsa-bangsa.
​VII. KOMANDO PENUTUP : Demikian Analogi antara Sepak bola dan Pemerintahan…suwun…salam hormat, sehat dan tetap semangat Sbp…TUMPASKORUPTORSAMPAITUNTAS…
MAIN CANTIK. MENANG TERHORMAT. KALAH TETAP KEBANGGAAN BANGSA.
TETAP SEMANGAT. GARUDA DI DADAKU ⚽🇮🇩.

 

Disclaimer : Setiap opini di media ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

  • Related Posts

    Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Timnas Iran Tinggalkan Pesan Perpisahan Mengharukan dan Kritik Tajam untuk FIFA

    KN-TIJUANA, MEKSIKO – Petualangan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 resmi berakhir. Skuad Team Melli telah meninggalkan markas mereka di Tijuana, Meksiko, pada Rabu (1/7/2026). Namun, sebelum angkat koper, mereka…

    Sepakbola Jerman Terdegradasi Kualitasnya

    KN-Massachussets, Kejutan terjadi di babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Massachussets, Amerika Serikat, ketika Paraguay menaklukan Jerman 4-3 melalui adu penalti. Kekalahan ini menunjukkan sepak bola Jerman kualitasnya tidak…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *