KN.Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Lakukanlah apa yang berbeda dengan orang-orang musyrik. Cukurlah kumis dan biarkanlah jenggotmu tumbuh lebat”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak pernah mencelup rambut mereka. Maka lakukanlah yang bertentangan dengan mereka”.
Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Tangan Rasulullah SAW. kokoh demikian juga dengan kakinya. Aku tidak pernah melihat laki-laki seperti beliau, sebelum atau sesudahnya; dan telapak tangan beliau sangat lembut”.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW. melarang al-Qaza'”. Al-Qaza’ adalah mencukur gundul dan menyisakan sebagian rambutnya sebagai jambul atau rumai.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah, dia berkata, “Aku mengusapkan wewangian pada tubuh Rasulullah SAW. sedemikian rupa sehingga aku melihat cahaya pada rambut dan jenggot beliau”.
Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Rasulullah SAW. tidak pernah menolak jika diberi hadiah berupa wewangian”.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah, dia berkata, “Aku mengusapkan wewangian kepada Rasulullah SAW. dengan menggunakan parfum adz-dzarirah, yaitu ketika beliau hendak mengenakan ihram atau sesudahnya”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda, Allah berfirman: ‘Siapa lagi yang lebih aniaya daripada orang yang berusaha menciptakan apa yang telah Aku ciptakan. Cobalah ciptakan biji-bijian, cobalah ciptakan biji atom.'”. Dalam riwayat lain disebutkan, “Cobalah ciptakan biji gandum”.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, “Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah SAW. seraya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berhak mendapatkan perlakuan terbaik dariku ?’ Rasulullah bersabda, ‘Ibumu’. Orang itu bertanya lagi, ‘Kemudian siapa ?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu’. Dia bertanya lagi, ‘Kemudian siapa ?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu’. Dia masih bertanya, ‘Kemudian siapa ?’ Beliau menjawab, ‘Baru ayahmu'”.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahw Rasulullah SAW. bersabda, “Adalah termasuk dosa besar jika seseorang melaknati kedua orang tuanya”. Dikatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang itu disebut melaknat orang tuanya?” Beliau bersabda, “Yaitu ketika seseorang mencerca ayah orang lain, sehingga orang yang ayahnya dicerca mencerca ayah orang yang mencerca ayahnya. Atau mencerca ibu seseorang hingga orang yang dicerca ibunya mencerca orang yang mencerca ibunya tadi”.







