KN. Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat menjelang peringatan Hari Perdamaian Aceh yang jatuh pada tanggal 15 Agustus. Melalui rilis visual resmi yang disebarkan, Mualem meminta warga untuk tidak membawa ataupun mengibarkan Bendera Bulan Bintang selama momentum peringatan tersebut.
Langkah ini diambil guna menghormati kesepakatan bersama terkait perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus, sekaligus menjaga stabilitas wilayah agar tetap kondusif.
Fokus Pemulihan Ekonomi Daerah.
Dalam pernyataan resminya, Mualem menegaskan bahwa prioritas utama jajaran Pemerintah Provinsi Aceh saat ini adalah penguatan sektor finansial dan kesejahteraan rakyat.
“Kita sedang pulihkan ekonomi Aceh, jangan bikin keributan,” tegas Mualem dalam kutipan tertulisnya.

Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para simpatisan dan kader Partai Aceh, untuk bersabar dan menahan diri. Menurutnya, menjaga iklim investasi dan ketertiban daerah jauh lebih mendesak demi masa depan pembangunan Aceh yang berkelanjutan.
Komitmen Merawat Damai MoU Helsinki
Peringatan Hari Perdamaian Aceh setiap tanggal 15 Agustus menandai kilas balik penandatanganan kesepakatan damai (MoU) Helsinki yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Pemerintah Aceh memastikan tetap berkomitmen penuh untuk mengawal butir-butir perjanjian yang belum tuntas melalui jalur komunikasi resmi dengan pemerintah pusat, tanpa harus memicu gesekan di tingkat akar rumput.

Aparatur keamanan bersama tokoh adat setempat juga diimbau untuk mengedepankan pendekatan persuasif dalam mengawal jalannya perayaan, agar situasi di seluruh kabupaten/kota tetap berjalan aman dan khidmat.
#Mualem #MuzakirManaf #GubernurAceh #Himbau #JanganBawa #BenderaBintangBulan #BenderaAceh #15Agustus2026






