KN. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyerahkan urusan pengamanan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kepada Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Agus Subiyanto. Prasetyo enggan mengomentari isu akan terjadinya kerusuhan menjelang peringatan hari kemerdekaan.
Kabar tentang potensi kerusuhan menjelang hari kemerdekaan itu diungkapkan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena, saat menyerahkan draf usulan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan ke DPR, pada 3 Agustus 2026.
“Seperti teman-teman tahu, Agustus diprediksi akan ada kerusuhan besar. Dan memang kami di tingkat lapangan sudah ada situasi-situasi yang kami sadari akan sangat-sangat rawan,” kata Andi. “Karena itu Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia mengingatkan kepada DPR dan pemerintah agar serius dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan. Menurut Prasetyo, pemerintah telah menyiapkan antisipasi pengamanan sebaik mungkin. “Tapi everything is ok, ya. Semua dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Tentu itu bagian dari tanggung jawab kita bersama-sama,” tutur Prasetyo.
Secara terpisah, Agus Subiyanto mewanti-wanti masyarakat agar tidak terhasut dengan simpang siur informasi yang beredar menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menegaskan banyak informasi di media sosial yang berkembang secara massif tanpa diketahui kebenarannya.
Agus meminta masyarakat tetap menjalankan kegiatan normal sembari TNI melakukan patroli rutin. Dalam melakukan pengamanan, kata dia, TNI berkoordinasi dengan Polri untuk menjalankan prosedur perbantuan di setiap wilayah.






