KPK dan Kemenag Kolaborasi Integrasikan Pendidikan Antikorupsi di Kurikulum Madrasah

KN-JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kementerian Agama (Kemenag) menggelar webinar penguatan kapasitas bagi pembina dan pendidik madrasah tingkat RA, MI, MTs, hingga MA/MAK se-Indonesia pada Kamis, (27/8/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Integrasi Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum untuk Mewujudkan Generasi Cerdas dan Berintegritas”.

​Plt. Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Cahya H. Harefa, menegaskan pentingnya dua strategi utama dalam penanaman budaya antikorupsi di madrasah, yaitu internalisasi nilai-nilai integritas pada peserta didik dan penguatan ekosistem lingkungan pendidikan secara menyeluruh.

Poin Utama Diskusi

  • Tantangan dan Realita Korupsi: Kasatgas Pendidikan KPK, Anis Wijayanti, memaparkan skor Indeks Persepsi Korupsi serta Penilaian Integritas Pendidikan 2024 (skor 69,50). Data tersebut menunjukkan perlunya dorongan nyata agar sektor pendidikan menjadi garda terdepan pencegahan korupsi.
  • Finalisasi Modul PAK Madrasah: Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., menyampaikan bahwa Kemenag tengah memfinalisasi modul Pendidikan Antikorupsi (PAK) khusus jenjang madrasah untuk membangun karakter integritas sejak usia dini.
  • Perubahan Paradigma Berpikir: Kasubdit Vokasi dan Inklusi KSKK Madrasah, Dr. Anis Masykhur, M.A., menyoroti pentingnya perubahan mindset pembelajaran agar tidak sekadar berfokus pada kebutuhan industri, melainkan juga mengasah nalar kritis, kejujuran, dan keaktifan siswa melalui insersi nilai antikorupsi di RPP.
  • Praktik Baik di Madrasah: Guru PTS Terpadu Misykat Al Anwar Jombang, Iin Purwanti, M.Pd., membagikan pengalaman penerapan nilai integritas melalui program pembiasaan harian Triple One Integrity (one day, one minute, one integrity) serta pengintegrasian nilai antikorupsi ke dalam mata pelajaran yang sudah ada.

​Sinergi antara KPK dan Kemenag ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan madrasah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tangguh dalam menjaga nilai-nilai kejujuran dan integritas bangsa.

Related Posts

Survei Elektabilitas Pemilu 2029 Tempo Data Science: Dedi Mulyadi Kalahkan Prabowo Subianto

KN-JAKARTA PUSAT — Lembaga riset Tempo Data Science merilis hasil survei terbaru mengenai elektabilitas figur nasional menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Hasil survei menempatkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM),…

Masa Jabatan Kapolri Kembali Digugat ke MK, Aturan Tanpa Batas Waktu Dinilai Berisiko

KN-JAKARTA — Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menerima permohonan uji materi terkait ketiadaan batas masa jabatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Permohonan bernomor 315/PUU-XXIV/2026 tersebut diajukan oleh dua warga negara, Saras…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *