5 NORMA PENEGAK AKHLAK dan MORAL

BANYAK ORANG BERTANYA DIMULAI DARI MANA AGAR ORANG BERAKLAK DAN BERMORAL…INI JAWABANNYA : HARUS BISA MENGERTI MAKNA DAN MENGAMALKAN DENGAN BAIK DAN BENAR SEMUA NORMA DLM KEHIDUPAN MANUSIA YAITU :

1. NORMA AGAMA : SSI DENGAN KITAB SUCINYA MASING2.

2. NORMA HUKUM : PATUH DENGAN KETENTUAN PER-UU-AN YANG BERLAKU (HUKUM POSITIF)

3. NORMA SOSIAL : MENGIKUTI ADAT- ISTIADAT MASYARAKAT DIMANA KITA BERADA.

4. NORMA ETIKA : BERBUDI LUHUR BERLAKU SOPAN SANTUN DALAM KEHIDUPAN BERMAASYARAT.

5. NORMA ESTETIKA : TAHU MANA YANG BAIK DAN YANG BURUK.

Kalau 5 norma tersebut jalan, insyaAllah akhlak dan moral bangsa kita kembali.

Mari kita bedah bersama

A. 5 NORMA PENEGAK AKHLAK & MORAL :

1. NORMA AGAMA :
Sesuai Kitab Sucinya masing-masing
Ini kompasnya. Takut sama Tuhan dulu, baru takut sama atasan dan hukum. Kalau iman kuat, di tempat sepi pun tidak berani korupsi.

Intinya : Hubungan vertikal ke Tuhan beres.

2. NORMA HUKUM :
Patuh UU yang berlaku – Hukum Positif
Ini pagarnya. Biar tidak semau-maunya. Ada hitam ada putih, ada sanksi.

Intinya : Negara tidak kacau karena ada aturan yang ditaati.

3. NORMA SOSIAL :
Ikuti adat-istiadat di tempat kita berada
Ini perekatnya. “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”. Biar hidup rukun sama tetangga, tidak arogan.

Intinya : Hormat sama budaya orang.

4. NORMA ETIKA :
Berbudi luhur, sopan santun
Ini wajahnya. Ketemu orang tua salim, bicara tidak membentak, antre tidak nyerobot. Hal kecil tapi ngaruh besar.

Intinya : Manusiawi sama sesama.

5. NORMA ESTETIKA :
Tahu mana yang baik dan yang buruk
Ini rasanya. Punya rasa malu kalau berbuat jelek. Punya rasa bangga kalau berbuat baik. Tidak semua yang “boleh” itu “pantas”.

Intinya : Hati nurani yang hidup.

KESIMPULANNYA :

Agama buat arah. Hukum buat batas. Sosial buat rukun. Etika buat wajah. Estetika buat rasa.
Lengkap. Kalau 1 saja pincang, moralnya timpang.

B. SETUJU 100% HARUS SIMULTAN :

Kalau dibenahi satu-satu nanti pincang lagi.
Agama kuat tapi hukum lemah → jadi sok suci tapi langgar UU.
Hukum kuat tapi etika mati → jadi aparat galak tapi tidak punya hati.
Estetika ada tapi agama kosong → jadi tahu malu di kamera, berani bejat di belakang.

Analoginya seperti ini :
5 norma itu seperti 5 jari di satu tangan.
Kalau 1 jari patah, genggaman tidak kuat.
Kalau mau mukul, harus 5 jarinya rapat. Kalau mau ngasih, harus 5 jarinya kebuka.

Jadi pembenahannya harus bareng :

1. Rumah : → Ajarkan Agama + Etika.

2. Sekolah : → Ajarkan Hukum + Estetika.

3. Kantor/Negara : → Tegakkan Hukum + Beri contoh Etika.

4. Masyarakat : → Jaga Sosial + Estetika.

5. Tokoh/Aparat : → Jadi contoh semua 5 nya.

Berat? Iya. Tapi tidak ada jalan lain.
Karena rusaknya juga simultan.

Prinsip : JU A RA tadi masuk ke semua norma itu.
Jujur = Agama. Adil = Hukum. Berani = Etika, Sosial, Estetika.

  • Related Posts

    Siksa neraka yang paling ringan

    Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman kepada penghuni surga, ‘Wahai penghuni surga’. Mereka menjawab, ‘Labaika wa sa’daika’. Allah berfirman, ‘Apakah kalian telah puas ?’…

    Penghuni neraka, semakin bertambah sedih dan sengsara

    KN. Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Manusia akan dikumpulkan dalam keadaan telanjang, tanpa alas kaki dan tidak disunat”. ‘Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah, laki-laki dan perempuan akan saling melihat…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *