KN-JAKARTA — Pendiri Partai Ummat, Amien Rais, menyerukan pentingnya agenda “de-Jokowisasi” dalam panggung politik nasional. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan demi menjaga masa depan bangsa serta menghidupkan kembali iklim demokrasi di Indonesia.
Pandangan tersebut disampaikan Amien melalui tayangan di kanal YouTube Amien Rais Official pada Rabu (9/9/2026). Dalam keterangannya, mantan Ketua MPR RI itu memberikan penilaian tajam terhadap kiprah dan arah politik Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi).
“Kita hidupkan demokrasi. Tetapi De-Jokowisasi harus kita jadikan agenda politik demi masa depan bangsa,” ujar Amien.
Sorotan Terhadap Ambisi Politik
Amien menilai pergerakan politik Jokowi tergolong berisiko bagi perjalanan demokrasi. Ia bahkan menyebut mantan Wali Kota Surakarta itu sebagai figur politisi yang memiliki ambisi kekuasaan tanpa batas.
“Saya ingin mengingatkan Mas Jokowi tentang bahaya politiknya, move politik yang berbahaya. Jokowi adalah sosok politisi yang lapar dan haus kekuasaan tanpa batas,” kata Amien.
Ia juga memprediksi bahwa Jokowi tidak akan berhenti mencari peluang untuk mempertahankan pengaruh politiknya selama masih memungkinkan. Amien menggunakan istilah “ilmu pokoknya” untuk menggambarkan sikap pantang menyerah dalam mengamankan kendali politik dan posisi keluarganya di pemerintahan.
“Jokowi memegang teguh ilmu pokoknya, pokoknya saya harus tetap mengendalikan Indonesia. Pokoknya anak saya harus berada di puncak tiran kekuasaan. Pokoknya dengan segala cara, halal atau haram, tujuan politik saya harus tercapai,” tuturnya.
Pernyataan keras Amien Rais ini menambah deretan kritik figur politik terhadap dinamika pengaruh Jokowi serta keluarganya paska-masa jabatan presiden. Hingga tulisan ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Jokowi maupun perwakilannya terkait tuduhan dan narasi yang disampaikan tersebut.
Sumber: Fajar.co.id
Foo: Dok. Muhammadiyah








