KN. Diriwayatkan dari Zaid bin Khalid Al-Juhani, ia berkata, “Rasulullah SAW. shalat bersama kami pada shalat shubuh di Hudaibiyyah, ketika di langit masih terlihat bekas hujan tadi malam. Setelah selesai, beliau menghadap ke orang-orang, lalu beliau bersabda, “Apakah kalian mengetahui apa yang telah Rabb kalian katakan”. Mereka menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui’. Nabi bersabda, “Ada diantara hambaku yang beriman kepadaku dan kafir kepadaku. Adapaun orang yang berkata, ‘kami telah diberi hujan karena karunia Allah dan rahmat-Nya, maka ia beriman kepadaku dan kafir terhadap bintang. Dan orang yang berkata, bahwa kami telah diberi hujan oleh bintang ini dan ini maka ia adalah yang kafir terhadapku dan beriman kepada bintang”.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata, “Rasulullah SAW. keluar pada hari Idul ‘Adha atau Idul Fitri ke tempat shalat, lalu Nabi SAW. melewati kaum wanita dan berkata, “Wahai kaum perempuan, perbanyaklah sedekah karena telah diperlihatkan kepadaku bahwa kalian (perempuan) menjadi ahli neraka yang paling banyak”. Maka mereka berkata, ‘Karena apa wahai Rasulullah?’ Rasul menjawab, “Kalian suka memperbanyak laknat dan kufur kepada suami. Aku tidak pernah melihat yang kurang akal dan agamanya yang lebih menghilangkan hati seorang laki-laki yang kuat daripada salah seorang diantara kalian”. Maka mereka berkata, ‘Apakah kekurangan agama dan akal kami, wahai Rasulullah?’ Rasul bersabda, “Bukankah kesaksian seorang wanita seperti setengah setengah kesaksian laki-laki?”. Mereka menjawab, ‘Ya’. Rasul bersabda, “Itulah kekurangan akal perempuan. Bukahkah jika seorang perempuan haid ia tidak shalat dan tidak pula shaum?” Mereka menjawab, ‘Benar’. Beliau bersabda, “Dan itulah kekurangan agamanya”.
___
Kufur kepada suami, yaitu meniadakan nikmat yang diberikan suami dan menganggap kecil apapun pemberian darinya.

Diriwayatkan dari Abu Dzar, ia berkata, aku bertanya kepada Nabi SAW., ‘Amalan apakah yang paling utama ?’ Nabi SAW. menjawab, “Iman kepada Allah dan berjihad di jalan-Nya”. Aku berkata, ‘Lalu membebaskan hamba sahaya yang seperti apakah yang paling utama?’ Nabi SAW. bersabda, “Yang paling mahal harganya dan paling dibutuhkan oleh keluarganya”. Aku berkata, ‘Jika aku tidak (bisa) melaksanakannya?’ Nabi bersabda, “Engkau menolong orang yang bekerja membuat sesuatu atau engkau bekerja membuta sesuatu untuk orang yang tidak bisa melakukannya”. Ia berkata, ‘Jika aku tidak bisa melaksanakannya?’ Nabi SAW. bersabda, “Engkau cegah orang-orang dari berbuat jelek, maka sesungguhnya itu adalah sedekah yang engkau berikan kepada dirimu sendiri”.







