SURAT TERBUKA PERIHAL USULAN SARAN

Kepada Yth : YM Presiden Republik Indonesia
Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto
di
Istana Merdeka – Jakarta
_____

Dari : Subandi Parto SH, MH, MBA/MARSEKAL MUDA TNI PURN AAU’69 BOGOWONTO- Prajurit / Rakyat / Pendukung Bapak…
_____

Perihal : Usulan Penyegaran Kabinet Demi Efektivitas dan Efisiensi Kinerja Pemerintahan :
______

Dengan Hormat,
______

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam Sejahtera,
Shalom, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Mohon ijin YM Bapak Presiden, Jenderal… melaporkan, izinkan kami menyampaikan usulan saran dari bawah, dari hati rakyat kecil yang sangat mencintai Bapak dan NKRI…

1. DASAR PEMIKIRAN :

a. Bapak Presiden adalah seorang Jenderal yang sangat paham akan arti Efektif dan Efisien (2E) dalam pertempuran dan pemerintahan.

b. Saat ini Kabinet Merah Putih adalah Kabinet Gemoy, Kabinet Gotong Royong, perpaduan Senior-Junior. Kami sangat menghormati para senior Angkatan 68, 69, 70, 71, 72, 73, 74, 75 dan yang sebaya usianya (usia 68 tahun ke atas) yang telah mengabdi puluhan tahun untuk NKRI. Jasa beliau-beliau sangat besar.

c. Namun, tantangan ke depan (Geopolitik, Ekonomi Digital, AI, Food & Energy Security, Hilirisasi) membutuhkan kecepatan, stamina fisik prima, melek teknologi, dan jam kerja 24 jam, sebagaimana stamina Bapak Presiden sendiri.

2. USULAN KONKRIT (GO / NO GO SELECTION):

Mohon ijin mengusulkan YM Bapak Presiden berkenan melakukan Seleksi Go / No Go secara objektif dan profesional terhadap para Pembantu Presiden (Menteri / Wakil Menteri / Wantimpres / Kepala Badan / Staf Khusus) khususnya dari kelompok usia 68 tahun ke atas.

Kriteria GO (Tetap / Lanjutkan) :

– Sehat Jasmani Rohani Prima (Hasil Rikkes).

– Kinerja Terukur (KPI Tercapai 100%).

– Profesional di Bidangnya, Tidak Rangkap Jabatan Politik.

– Melek Digital & Inovatif.

– Loyal Tegak Lurus kepada Presiden dan NKRI, bukan kepada Partai/Kelompok.

Kriteria NO GO (Ganti) :

– Sering Sakit / Tidak Hadir Rapat Kabinet.

– Kinerja Lambat / Sering Menunda Keputusan.

– Tidak Mampu Mengeksekusi Perintah Presiden dengan Cepat.

– Terindikasi Membuat Gaduh / Tidak Sejalan dengan Asta Cita.

Bagi yang NO GO, YM Bapak Presiden, mohon diistirahatkan dengan hormat, diberi penghargaan sebagai Penasehat / Sesepuh Bangsa, dan diberi kesempatan menikmati masa purna dengan keluarga.

3. PENGGANTI :

Posisi yang kosong, mohon ijin mengusulkan diisi oleh Generasi yang Lebih Muda (45 – 60 Tahun) yang Profesional dan Terbukti.

– Generasi Kolonel / Brigjen Purn, Mayjen Purn yang masih muda dan energik.

– Profesional Murni (Akademisi, CEO, Teknokrat, Doktor).

– Perwakilan TNI/Polri Aktif yang berprestasi (jika memungkinkan sesuai UU).

– Tokoh Muda Daerah yang Berprestasi (Bupati/Wali Kota Berprestasi).

Intinya : The Right Man on The Right Place.

4. TUJUAN AKHIR :

– Kabinet akan lebih lincah, cepat, efektif dan efisien.

– Perintah Bapak Presiden bisa dieksekusi Day by Day, Week by Week, bukan Month by Month.

– Memberi harapan besar kepada Generasi Muda bahwa ada regenerasi.

– Mengurangi beban Bapak Presiden yang harus bekerja ekstra karena ada menteri yang lambat.

Demikian YM Bapak Presiden, Jenderal… Usulan saran ini kami sampaikan dengan tulus, tanpa ada tendensi apapun, semata-mata demi kejayaan NKRI dan demi keberhasilan Pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto – Wapres Gibran Rakabuming Raka sampai 2029 dan 2034.

Kami sadar, Bapak Presiden lebih tahu dan lebih bijak. Kami hanya prajurit di bawah yang menyampaikan suara dari lapangan.

Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.

Salam Hormat, Salam NKRI Harga Mati.

Hormat Kami,

ttd

SUBANDI PARTO SH MH MBA/ MARSEKAL MUDA TNI PURN AAU’69 BOGOWONTO.

Tembusan :

1. YM Wapres RI, Jkt.

2. Menko Polkam, Jkt.

3. Mensesneg, Jkt.

  • Related Posts

    UNTUNG/RUGINYA KALAU KEMBALI KE UUD’45 SEBELUM DI AMANDEMEN

    Wacana kembali ke UUD 45 asli (sebelum amandemen 1999-2002) ini wacana besar wacana kenegaraa Mari kita bedah bareng-bareng secara jernih… PROSEDURNYA BAGAIMANA…? Tidak bisa lewat Perpres atau Keppres atau demo…

    Realisasi Belanja Daerah Melambat, Pertumbuhan Ekonomi Nasional Berpotensi Tertekan

    KN-JAKARTA — Penyerapan dan realisasi belanja anggaran daerah yang melambat menjelang akhir tahun berpotensi memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Jika tren ini berlanjut, realisasi belanja daerah…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *