Wacana kembali ke UUD 45 asli (sebelum amandemen 1999-2002) ini wacana besar wacana kenegaraa Mari kita bedah bareng-bareng secara jernih…
PROSEDURNYA BAGAIMANA…?
Tidak bisa lewat Perpres atau Keppres atau demo Harus lewat jalur konstitusi…
Aturannya ada di Pasal 37 UUD 1945 (hasil amandemen itu sendiri)…
Langkahnya sbb :
1. Usulan… Diajukan minimal oleh 1/3 anggota MPR…
MPR sekarang 580 DPR + 152 DPD = 732 orang Jadi butuh minimal 244 anggota yang usulkan…
2. Sidang MPR Harus dihadiri minimal 2/3 anggota MPR SBP = minimal 488 orang…
3. Keputusa…Disetujui minimal 50% + 1 dari seluruh anggota MPR SBP = minimal 367 orang setuju…
Isi usulannya bisa “Membatalkan 4 kali amandeme dan menyatakan berlaku kembali naskah asli UUD 1945…
Tapi ingat Secara hukum tata negara ini disebut revolusi konstitusi Karena amandemen itu sendiri yang mengatur cara merubahnya Jadi SBP… kalau kita pakai Pasal 37 amandeme untuk menghapus amandemen itu secara logika agak janggal Tapi sah secara prosedur…
Ada jalan lain yang lebih ekstrim yaitu Dekrit Presiden seperti Dekrit 5 Juli 1959 dulu Tapi itu hanya bisa dalam keadaan darurat negara genting dan risikonya sangat besar bisa dianggap kudeta konstitusi…
MARI KITA BEDAH UNTUNG RUGINYA…
Kita fair bedah dua-duanya…
A. KALAU KEMBALI KE UUD 45 ASLI (Sebelum Amandemen)…
Untungnya menurut yang mendukung :
1. Negara Lebih Kuat & Stabil Presiden adalah Mandataris MPR Kekuasaan tidak rebutan antara Presiden vs DPR seperti sekarang…
2. Ekonomi Kembali ke Jiwa Asli Pasal 33 asli sangat sakti “Bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat” Tidak ada liberalisasi…
3. Gotong Royong Tidak ada DPD, MK, KY Lembaga sederhana MPR sebagai Lembaga Tertinggi Negara. Jadi tidak tumpang tindih…
4. Mencegah Politik Uang Pilpres Langsung Karena Presiden dipilih MPR bukan dipilih langsung yang ongkosnya triliunan…
Ruginya menurut yang menolak :
1. Kekuasaan Presiden Terlalu Mutlak Tidak ada batasan masa jabatan yang jelas di naskah asli Dulu bisa jadi Presiden seumur hidup Orde Lama, Orde Baru…
2. HAM & Demokrasi Mundur…Di UUD asli hak asasi sangat minim… Tidak ada kebebasan pers yang dijamin kuat…Tidak ada MK untuk menguji UU yang merugikan rakyat…
3. MPR… Terlalu Super Power MPR jadi Lembaga Tertinggi Negara Semua di bawah MPR Presiden bisa dijatuhkan kapan saja oleh MPR… Tidak stabil juga…
4. Tidak Ada Otonomi Daerah & DPD… Di UUD asli tidak ada jaminan otonomi daerah Semua sentralistik dari Jakarta…
B. KALAU TETAP PAKAI UUD 45 AMANDEMEN (Yang Sekarang Berlaku)…
Untungnya :
– Demokrasi lebih terbuka Presiden dipilih langsung oleh rakyat Check and balances ada MK, DPD, KY…
– HAM dijamin sangat lengkap Pasal 28A sampai 28J (10 pasal)…
– Masa jabatan jelas maksimal 2 periode…
Ruginya menurut yang kritik :
– Biaya politik mahal Pilpres langsung triliunan … rawan politik uang…
– Presiden vs DPR sering ribut saling sandera Anggara…
– Liberalisme ekonomi masuk lewat amandemen Pasal 33…
KESIMPULAN PRAJURIT…
Menurut kacamata prajurit yang jaga NKRI…
UUD 45 asli itu jiwanya SBP… sangat bagus… Jiwa gotong royong jiwa kekeluargaan… Tapi badannya perlu disempurnakan…untuk zaman modern…
UUD amandemen itu badannya sudah modern… Tapi jiwanya kadang2 terasa liberal individualistis…
Maka SBP… jalan tengah yang banyak diwacanakan para guru besar dan Saya SBP… bukan kembali 100% ke asli tapi Amandemen ke-5… Penyempurnaan Ambil yang bagus dari UUD asli (Pasal 33 jiwa asli, MPR sebagai penjelmaan rakyat, gotong royong) dan pertahankan yang bagus dari amandemen (HAM, batasan masa jabatan, MK)…
Begitu…Jadi tidak tabrak-tabrakan…







