Ajaran Islam

KN. Diriwayatkan dari Anas yang menceritakan tentang malam Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW. dari Masjidil Haram. Sebelum wahyu diturunkan kepada beliau, ada tiga orang yang datang kepada beliau. Orang pertama yang sebenarnya malaikat itu berkata, “Yang mana ?” Orang kedua menjawab, “Yang terbaik diantara mereka”. Orang ketiga berkata, “Bawalah yang terbaik”. Setelah itu, terjadilah peristiwa itu. Rasulullah tidak melihat mereka lagi hingga datang malam berikutnya, pada malam berikutnya beliau mempersiapkan diri untuk kedatangan mereka dengan hatinya. Karena ketika mata beliau tertidur, maka hatinya tetap terjaga. Dan itu merupakan sifat yang dimiliki semua nabi. Mata mereka terpejam, tapi hatinya tetap terjaga. Kemudian Jibril membawa beliau naik ke langit”.

Diriwayatkan dari Abdullah, dia berkata, “Bagi kami, tanda kekuasaan berupa mukjizat adalah sebuah keberkahan, sedangkan bagi kalian menjadi sebuah peringatan. Dalam sebuah perjalanan kami bersama Rasulullah SAW. perbekalan air semakin sedikit”. Beliau bersabda, “Bawa kemari air yang tersisa”. Maka air yang ada dalam kantung kulit yang tinggal sedikit lagi dibawa kepada beliau. Beliau memasukkan telapak tangannya ke dalam kantung tersebut seraya berkata, ‘Mendekatlah kepada air yang telah diberkahi, dan ini merupakan keberkahan dari Allah’. Aku melihat air terpancar dari sela-sela jari beliau. Dan kami mendengar bahwa makanan yang dimakan oleh beliau mengagungkan nama Allah”.

Diriwayatkan dari al-Barra’ bin ‘Ajib, dia berkata, “Seorang laki-laki membaca surat al-Kahfi dalam shalatnya. Di dekat rumahnya ada hewan tunggangan yang menjadi takut karenanya dan melompat-lompat. Orang itu menyelesaikan shalatnya dengan mengucapkan salam. Lalu ia melihat kabut dan awan, bergulung di atasnya. Dia menceritakan hal itu kepada Rasulullah SAW. dan sabdanya, ‘Wahai Fulan, teruslah membaca, sesungguhnya kabut itu adalah adalah kabut ketenangan yang turun bersama dengan datangnya malaikat yang mendengar bacaan al-Qur’an'”.

Diriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah SAW. merasa kehilangan Tsabit bin Qais di majelisnya, dia tidak hadir. Kemudian seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, aku akan mencari tahu tentang kabarnya”. Lalu lelaki itu menemui Tsabit di rumahnya, dia mendapati Tsabit sedang duduk menunduk dan bersedih. Lelaki itu bertanya, “Ada apa denganmu ?” Tsabit menjawab, “Kabar buruk, seorang laki-laki mengeraskan suaranya di hadapan Rasulullah sehingga amal kebaikannya menjadi sia-sia dan dia menjadi ahli neraka”. Lelaki itu menceritakan keadaan Tsabit. Setelah itu, lelaki itu diperintahkan untuk kembali melihat Tsabit dan menyampaikan kabar gembira, yaitu “Wahai Tsabit, engkau tidak termasuk ahli neraka, tetapi engkau termasuk ahli surga”.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa orang-orang Yahudi menemui Rasulullah SAW. mereka menceritakan bahwa ada seorang laki-laki dan seorang perempuan yang melakukan zina. Rasulullah berkata kepada mereka, “Apa yang kami temukan di dalam Taurat tentang hukuman rajam ?” Mereka menjawab, “Mengumumkan perbuatan mereka dan mencambuknya”. Abdullah bin Salam berkata, “Tidak, kalian berdusta, di dalam Taurat ada ayat tentang rajam”. Maka mereka membawa kita Taurat dan membukanya, tetapi salah seorang dari mereka menutupkan tangannya pada ayat rajam, dan melompat-lompat pada ayat yang lain. Abdullah bin Salam membentaknya, “Angkat tanganmu”. Dia mengangkat tangannya, lalu ditemukanlah ayat tentang rajam. Akhirnya mereka berkata, “Wahai Muhammad, engkau benar di dalam Taurat ada ayat tentang rajam. Maka Rasulullah memerintahkan agar keduanya dirajam.

  • Related Posts

    Keteguhan Hati Nabi dan Teguran bagi Kaum Munafik

    (8945) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, _”Hasbunallahu wa ni’mal wakil_ (cukuplah Allah sebaik-baik penolong bagi kami) adalah ayat yang diucapkan Nabi Ibrahim ketika dia dilemparkan ke dalam api. Ayat…

    Untaian Ilmu dari Rasulullah: Dari Adab Beribadah hingga Larangan Menyekutukan Allah

    (8933) Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Mu’alli, dia berkata, “Ketika aku sedang shalat di dalam masjid, Rasulullah SAW. memanggilku, tetapi aku tidak menjawab panggilannya. Lalu aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku sedang…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *